Siap-Siap, PT Pertamina Geothermal Energy Akan Lakukan IPO Pada Juni 2022 Mendatang
“Dana yang terkumpul akan digunakan untuk beragam agenda pengembangan panas bumi.”
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan anak perusahaan PT Persertamina (Persero), yaitu PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) akan melakukan penawaran umum saham perdana atau IPO di Bursa Efek pada bulan Juni mendatang atau pada semester I-2022
Wakil Menteri BUMN II, Pahala Nugraha Mansury, menyatakan bahwa ia menargetkan PGE akan mulai melakukan registrasi di bulan Mei dan mulai melakukan IPO di bulan Juni.
Rencananya, PGE akan melepas 20% hingga 30% saham PGE dengan target dana yang terkumpul mencapai US$ 400 juta hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 5,72 triliun hingga Rp 7,15 triliun.
Pahala menambahkan pendanaan melalui IPO ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja PGE dan digunakan untuk memaksimalkan pemanfaatan EBT, terutama melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Berdasarkan pemaparannya, sebagian besar dana yang terkumpul akan digunakan untuk beragam agenda dalam pengembangan panas bumi. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar. Namun, pemanfaatan panas bumi sebagai pembangkit listrik baru mencapai sebesar 2.175,7 Megawatt (MW) atau 9,2% dari total potensi sumber daya di Indonesia.
Pahala mengaku belum bisa memastikan, apakah adanya IPO yang dilakukan oleh PGE ini juga akan mengundang investor strategis.
“Yang jelas kalaupun opsi tersebut nantinya akan dilakukan, PGE akan memilih investor strategis yang memang memiliki kapabilitas dalam pengembangan panas bumi”, tambahnya.
MH








































