Softbank Mundur Proyek IKN, Luhut Beberkan Alasan Dibaliknya
Salah satu alasan mundurnya Softbank karena CEO Softbank Masayoshi Son tidak lagi menduduki posisi sebagai Dewan Pengarah Pembangunan IKN.
Beberapa waktu yang lalu, pemerintah dikejutkan dengan mundurnya Softbank Group Corp sebagai investor proyek pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia, dikutip dari Nikkei Asia. Mundurnya Softbank ini masih menimbulkan pertanyaan alasan apa yang menjadi dasar keputusan mereka tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan, menyatakan bahwa terdapat beberapa alasan yang membuat Softbank mundur atau enggan untuk melakukan investasi dalam pembangunan IKN di Indonesia.
Alasan pertama adalah CEO Softbank Masayoshi Son tidak lagi menduduki posisi sebagai Dewan Pengarah Pembangunan IKN. Keputusan ini diambil setelah Softbank menyatakan kemundurannya untuk investasi di IKN.
“(posisi Masayoshi di dewan pengarah) enggak lagi,” ucap Luhut.
Walaupun demikian, Dewan Pengarah Pembangunan IKN yang lain masih tetap sama, yaitu Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Oleh karena itu, pemerintah harus secara aktif mencari pengganti dari Softbank.
Alasan kemunduran Softbank yang lain adalah anjloknya saham perusahaan tersebut pada bursa setempat. Saham Softbank pada bursa saham Jepang telah anjlok dalam kurun waktu 6 bulan terakhir dengan total penurunan hingga 34,81%.
“Kalau SoftBank itu memang dari awal sudah mundur dia sejak sahamnya drop,” kata Luhut.
SoftBank juga batal berinvestasi di IKN karena Arab Saudi tidak lagi menggelontorkan dana kepada SoftBank Vision Fund. Sebagai informasi, SoftBank Vision Fund diluncurkan pada 2017 dengan dukungan pendanaannya berasal dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) pada penghimpunan dana tahap pertama. Namun, dalam perputaran pengumpulan dan tahap kedua Arab Saudi dan UEA tidak menempatkan kembali dananya pada SoftBank Vision Fund ini.
“Nah sekarang dana dari yang tadinya ke SoftBank itu dana vision keduanya itu enggak jalan, US$ 100 miliar itu, ya itu yang kita coba ambil sekarang dari MBS, dari Saudi, dan dari Abu Dhabi,” ucap Luhut.
Melihat hal ini, Indonesia akan terus melakukan pendekatan kepada Arab Saudi agar berkeinginan untuk melakukan investasi langsung di Indonesia tanpa melalui SoftBank. Saat ini, Luhut sudah melakukan pendekatan dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS) bin Abdulaziz al-Saud, dan kepada Abu Dhabi. Luhut tegaskan jika Abu Dhabi akan masuk dalam proyek IKN melalui Sovereign Wealth Fund dengan angka lebih kurang US$ 20 miliar.
“Dari Saudi waktu saya ke sana Muhammad bin Salman Crown Prince itu juga minta untuk dia masuk di situ. Nah, kalau beliau angkanya berapa sedang kita sekarang godok, karena kami sedang terus pertemuan secara virtual dengan timnya Muhammad bin Salman,” lanjutnya.
FDW








































