Softex Indonesia Akan Diakuisisi Oleh Perusahaan AS Senilai Rp17 T

Softex Indonesia Akan Diakuisisi Oleh Perusahaan AS Senilai Rp17 T

Softex Indonesia Akan Diakuisisi Oleh Perusahaan AS Senilai Rp17 T

Akuisisi ini melihat penjualan popok di Indonesia merupakan terbesar keenam di dunia dan langkah untuk meningkatkan prospek pertumbuhan Kimberly-Clark Corporation di Asia Tenggara.

Perusahaan multinasional asal Amerika Serikat, Kimberly-Clark Corporation pada Kamis (3/9) menyatakan akan mengakuisisi PT Softex Indonesia. Perusahaan  dengan kode saham KMB ini menyebutkan akan mengakuisisi perusahaan pembuat popok dan pembalut wanita, Softex Indonesia senilai US$ 1,2 Miliar atau setara dengan Rp17,76 Triliun (kurs 1 US$ = Rp14.775).

Akuisisi oleh Kimberly-Clark terhadap Softex Indonesia akan dibayar secara tunai dengan melibatkan sekelompok pemegang saham seperti CVC Capital Partners Asia Pacific IV. Dengan mengakuisisi Softex Indonesia, Kimberly-Clark mengharapkan akan terjadi peningkatan prospek pertumbuhan perusahaan dan menciptakan nilai jangka panjang yang lebih banyak lagi bagi para pemegang sahamnya.

“Akuisisi ini merupakan langkah yang strategis bagi Kimberly-Clark dengan Softex Indonesia dan sebagai bentuk komitmen kami untuk mengembangkan pangsa pasar perusahaan di Indonesia,” ungkap Mike Hsu, Ketua dan CEO Kimberly-Clark dalam keterangan resmi yang dikutip pada Jumat (4/9).

Pihak Kimberly-Clark juga menyatakan bahwa akuisisi ini dilakukan melihat permintaan popok sekali pakai oleh kelas menengah telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. “Pasar popok di Indonesia saat ini  terbesar keenam di dunia yang mencapai US$1,6 Miliar (setara dengan Rp24 Triliun),” ungkap Mike Hsu.

Adapun penjualan tahunan Softex mencapai US$420 Juta atau Rp6,2 Triliun berasal dari penjualan popok. Penjualan popok ini diperkirakan mencapai 80% dari total penjualan dengan sisanya dari produk perawatan wanita dan dewasa.

Perusahaan yang menjual produk popok Huggies itu melihat terdapat lonjakan penjualan di Amerika Serikat. Hal ini diakibatkan oleh tingginya permintaan produk miliknya selama pandemi covid-19. Kimberly-Clark juga menegaskan akuisisi tersebut tidak akan berdampak besar pada laba per saham yang disesuaikan pada tahun 2020 dan 2021.

“Softex Indonesia memiliki bisnis yang kuat, berkembang cepat, mendatangkan banyak keuntungan serta disukai oleh konsumen Indonesia,” ungkap Presiden Bisnis Konsumen Kimberly-Clark di Asia-Pasifik, Aaron Powell.

Aaron Powell juga menyebutkan bahwa akuisisi ini akan memberikan kesempatan bagi Kimberly-Clark untuk mempercepat pertumbuhan perusahaannya di Asia Tenggara. Ia juga berharap dengan akuisisi ini, kedua perusahaan dapat menggabungkan kekuatan untuk berinovasi dan mempertahankan imej merek yang kemudian akan memperluas kesuksesan Softex Indonesia kedepannya.

Transaksi ini nantinya akan dibiayai melalui kas dan utang yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu, transaksi tersebut diharapkan dapat ditutup pada awal kuartal IV tahun 2020, dan tunduk pada ketentuan hasil penutupan. Untuk pembiayaan yang di luar biaya transaksi sekali bayar dan biaya integrasi, dampaknya diperkirakan tidak terlalu berpengaruh terhadap laba per saham yang disesuaikan (adjusted earnings per share) untuk tahun 2020 dan 2021.

Dalam akuisisi ini, Kimberly-Clark menunjuk Morgan Stanley & Co. LLC dan Centerview Partners LLC bertindak sebagai financial advisor. Tidak hanya itu,  Gibson Dunn & Crutcher LLP ditunjuk sebagai legal counsel untuk Kimberly-Clark dalam transaksi ini.

Sebagai informasi, PT Softex Indonesia merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan PT Gajah Tunggal. Pada 1 September 2020, Gajah Tunggal membeli lahan milik Softex Indonesia seluas 80.020 meter persegi yang terletak di Jalan Raya Serang KM 7, Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, Provinsi Banten untuk ekspansi pabrik dengan nominal pembelian senilai Rp242 Miliar.

Saham milik PT Softex Indonesia sendiri dimiliki oleh PT Gajah Tunggal Tbk sebesar 49,50% yang dipegang oleh anak perusahaan Giti Tire yakni Denham Pte Ltd dengan kepemilikan saham sebesar 99,21%. Kedua saham ini dimiliki oleh Michelle Liem Mei Fung & Tan Enk Ee.

Menurut sejarahnya, Softex Indonesia memulai untuk menjual produk pembalut wanita pada tahun 1976 dengan merek Softex. Kemudian pada tahun 1994, perusahaan ini menjual produk popok bayi. 

 

AR

Dipromosikan