Strategi BIPI dan SDMU Pertahankan Kinerja Keuangan Perusahaan di Era Pandemi Covid-19

Strategi BIPI dan SDMU Pertahankan Kinerja Keuangan Perusahaan di Era Pandemi Covid-19

Strategi BIPI dan SDMU Pertahankan Kinerja Keuangan Perusahaan di Era Pandemi Covid-19

Salah satu strategi yang diterapkan oleh PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk untuk mencapai peningkatan laba bersih tahun ini, ialah dengan melakukan penghematan beban bunga.

Perusahaan jasa dan infrastruktur tambang PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) optimistis dapat mempertahankan kinerja bisnis hingga akhir tahun nanti. Pendapatan emiten bersandi saham BIPI di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini memang stagnan menjadi US$ 16,03 Juta di kuartal I-2020. Namun, di saat yang sama, laba bersih mereka meningkat 21,7 persen year on year (yoy) menjadi US$ 9,56 Juta.

Corporate Secretary PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, Kurniawati Budiman mengatakan, salah satu strategi yang diterapkan pihaknya untuk mencapai peningkatan laba bersih tahun ini ialah dengan melakukan penghematan beban bunga. Menurut Kurniawati, penghematan bunga tersebut juga merupakan dampak dari restrukturisasi pinjaman BIPI akhir tahun 2018.

“Jika ditelusuri, beban bunga Astrindo Nusantara Infrastruktur mengalami penurunan 9,63 persen yoy menjadi senilai US$ 13,79 juta di kuartal pertama lalu. Tren demikian diharapkan berlanjut di semester pertama dan seterusnya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/7) lalu.

Kurniawati menuturkan, dirinya juga berharap agar volume penanganan batubara tetap stabil hingga tutup tahun nanti, terlepas dari adanya tren pelemahan harga batubara akibat pandemi Covid-19.

“Pada kuartal pertama tahun ini BIPI membukukan volume penanganan batubara sebesar 19 Juta ton. Sedangkan di kuartal kedua, BIPI menargetkan volume penanganan batubara sekitar 35 juta hingga 38 juta ton,” lanjutnya.

Kurniawati menjelaskan, namun manajemen BIPI belum bisa mengungkapkan realisasi volume penanganan batubara di kuartal II 2020 dikarenakan masih dalam proses pendataan. Katanya, BIPI juga tak menampik kemungkinan merevisi target pertumbuhan pendapatan tahun ini yang sebelumnya dipatok sebesar 15 persen yoy.

“Kami masih membahas secara internal dengan berkaca pada laporan keuangan di kuartal pertama. Evaluasi ini juga bersamaan dengan persiapan penyampaian laporan keuangan kuartal kedua,” tukasnya.

Ia menyebutkan, yang pasti BIPI akan berusaha merampungkan agenda ekspansi terdekatnya pada tahun ini, yakni proyek pelabuhan khusus batubara di Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Proyek tersebut dalam tahap penyelesaian hauling road atau jalur khusus tambang. BIPI harus membuat jalur kereta api tambahan mengingat kendaraan tambang batubara dilarang mengakses pelabuhan melalui jalan raya lintas provinsi,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU), Erwin Hardiyanto mengatakan, dalam menjaga stabilitas keuangan, tahun ini Sidomulyo Selaras sengaja tidak akan mengejar kontrak-kontrak pekerjaan baru. Menurutnya, perusahaan akan fokus melunasi utang yang jatuh tempo tahun 2020.

“Karena tidak memburu kontrak baru, SDMU akan memaksimalkan kontrak di tangan. Strategi kami adalah meningkatkan efisiensi operasional truk-truk pengangkut dan memperbaiki aset-aset operasional,” katanya kepada wartawan, Kamis (9/7) lalu.

Erwin menerangkan, SDMU memiliki utang sekitar Rp160 Miliar. Katanya, alternatif pelunasan sebagian atau seluruh utang tersebut dilakukan dengan cara mencari investor baru atau mengajukan pinjaman lain kepada pihak ketiga.

“Tahun ini kami akan fokus melunasi utang dan diperkirakan hingga akhir tahun belum ada tambahan kontrak baru dahulu. Sambil mencari pendanaan untuk utang, SDMU berupaya mengejar target pendapatan Rp100 Miliar sepanjang tahun ini. Target tersebut berada di bawah realisasi pendapatan perusahaan pada tahun lalu yang mencapai Rp106,27 Miliar,” bebernya.

Sebagai referensi, berdasarkan laporan keuangan periode 31 Maret 2020, SDMU memiliki total liabilitas Rp189,50 Miliar. Sebanyak Rp176,01 Miliar di antaranya merupakan liabilitas jangka pendek. Liabilitas jangka pendek itu naik dua kali lipat ketimbang periode yang sama tahun lalu yakni Rp83,17 Miliar. SDMU memperkirakan, kinerja semester I-2020 lebih kecil ketimbang semester I 2019. Selama kuartal pertama tahun ini, pendapatan bersihnya turun 20,56 persen year on year (yoy) menjadi Rp24,03 Miliar. Mereka menanggung rugi bersih Rp 48,02 miliar. Padahal pada periode yang sama tahun lalu untung Rp 267,74 juta

Selain itu, perlu diketahui, SDMU tak hanya melayani jasa transportasi melainkan juga penyimpanan bahan B3 dan isotank. Berdasarkan laporan tahunan 2019, mereka memiliki pool di Cilegon, Gresik, Mojokerto dan Bekasi. Ada juga bengkel pemeliharaan dan perbaikan kendaraan di Cilegon, Marunda, Gresik dan Mojokerto serta stasiun pembersihan tangki di Cilegon.

 

SF

Dipromosikan