Sudah Sejauh Mana Persiapan Kamu Kalau Mau Jadi Lawyer?

0
240
Sudah Sejauh Mana Persiapan Kamu Kalau Mau Jadi Lawyer?

Sudah Sejauh Mana Persiapan Kamu Kalau Mau Jadi Lawyer?

Ini 5 hal yang harus dilakukan oleh para sarjana hukum dalam mempersiapkan diri menjadi lawyer.

Jumlah tenaga kerja yang belum terserap oleh pasar semakin marak, salah satu alasannya karena lapangan kerja butuh kandidat yang kompetitif dan berkarakter baik. Ditambah dengan kondisi saat ini yang memperburuk keadaan ekonomi, semakin banyak perusahaan dan kantor hukum yang mengencangkan ikat pinggang. Untuk mendapatkan kesempatan bekerja, harus dipastikan bahwa si pelamar memiliki nilai jual yang tinggi.

Fajar Reyhan Apriansyah, seorang senior associate di Arizar, Ch. Agusliana, Sekarmaji Law Firm pada (7/04) lalu, membagikan tips bagi para sarjana hukum yang ingin memulai karirnya pasca dunia kampus. Kiat-kiat ini disampaikan Fajar pada Online Class “Skills That Will Help Your Lawyering Career” yang diselenggarakan oleh komunitas Lawyer Muda bersama dengan Kliklegal. Simak informasi berikut, ya!

Pertama, memperhatikan kembali materi-materi dasar.

Disamping para sarjana hukum harus mempersiapkan CV sebagai dokumen lamaran kerja, namun perlu diketahui bahwa selain itu pelamar juga harus mempersiapkan diri untuk melewati setiap test recruitment law firm. Agar dapat melewati setiap tahapan dari proses recruitment, seorang sarjana hukum harus kembali mengulang materi dasar ilmu hukum. Materi dasar ini merupakan suatu pondasi, penting bagi para sarjana hukum untuk mengerti pondasi sejak awal sehingga tidak terdapat kesalahan penafsiran hukum dikemudian hari.

Kedua, pemahaman materi hukum acara.

Bilamana dilihat dari sudut pandang seorang lawyer litigasi, pemahaman seseorang mengenai materi hukum acara menjadi sangat penting. Minimal sebagai modal si pelamar, mereka harus menguasai hukum acara perdata dan hukum acara pidana.

“Hal-hal yang kira-kira dipertanyakan bisa saja pertanyaan dasar, seperti apa perbedaan gugatan wanprestasi dan gugatan perbuatan melawan hukum? Kedengarannya sangat basic, kan? Tapi kalau tidak diulang, mungkin masih ada yang bingung,” ujar Fajar terkait dengan contoh pertanyaan interview law firm seputar hukum acara perdata.

Ketiga, mengikuti berbagai seminar dan pelatihan.

Persiapan selanjutnya adalah mengikuti berbagai seminar dan pelatihan untuk menambah wawasan. Meskipun tidak jarang orang takut mengikuti pelatihan karena adanya hal yang harus dikorbankan seperti misalnya biaya registrasi, namun hal ini dapat dijadikan investasi dalam proses karir sebagai lawyer nanti. Adapun pelatihan yang dapat diikuti contohnya pelatihan legal drafting, bagaimana penulisan memo yang baik dan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

“Bagi yang ingin bergerak menjadi seorang lawyer litigasi, PKPA sangat penting karena PKPA ini merupakan syarat untuk mengikuti ujian profesi advokat, kemudian mendapatkan kartu advokat, sampai akhirnya disumpah dan diangkat menjadi advokat,”  ujar Fajar.

Selain itu masih ada kemungkinan para sarjana hukum mengikuti pelatihan atau seminar yang tidak dipungut biaya pendaftaran.

Keempat, update terhadap peraturan perundang-undangan.

Seperti yang kita ketahui bahwa peraturan perundang-undangan sangat dinamis, kemungkinan adanya peraturan baru yang mengganti peraturan lama sangat besar. Sebagai sarjana hukum sudah sepatutnya untuk aware dengan perkembangan hukum di Indonesia.

Kelima, perbanyak jaringan teman.

Selain untuk teman diskusi, semakin banyaknya jaringan teman dapat menjadi penghubung para sarjana hukum dengan pekerjaannya ke depan, baik dari segi pencarian lowongan kerja maupun dari segi perkembangan ilmu bidang yang mereka geluti dan memiliki kemungkinan bersinggungan dengan perkara yang akan ditangani kedepan.

 

BEL

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*