Terancam Delisting Dari BEI, Berikut Rencana AirAsia Indonesia 2022

Terancam Delisting Dari BEI, Berikut Rencana AirAsia Indonesia 2022
Image Source by investing.com

Terancam Delisting Dari BEI, Berikut Rencana AirAsia Indonesia 2022

Sempat kena suspensi BEI sejak 2019, per tanggal 3 Januari 2022 kembali membuka perdagangan saham CMPP.

PT AirAsia Indonesia dikabarkan terancam dicoret dari Bursa Efek Indonesia (BEI) karena tidak dapat memenuhi ketentuan V.1 Peraturan Bursa Nomor I-A tentang Persyaratan Bagi Perusahaan Tercatat untuk Tetap Tercatat di Bursa (Ketentuan I-A).

Mengacu pada peraturan tersebut, syarat jumlah minimal saham yang harus dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan pemegang saham utama adalah 50 juta lembar atau 7,5 persen dari total jumlah modal disetor.

Untuk itu, AirAsia tengah mengupayakan pemenuhan ketentuan agar tetap dapat tercatat di BEI, salah satunya membuka kembali rute penerbangan.

Dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI (3/12/2021), Head of Corporate Secretary AirAsia Indah Permatasari menjelaskan bahwa AirAsia sudah mulai mengoperasikan penerbangan komersial secara berkala sejak bulan September 2021.

Sebagai informasi, sebelumnya AirAsia menghentikan sementara layanan penerbangan dalam rangka mendukung upaya pemerintah dalam pengendalian situasi COVID-19. Hal ini dilakukan sejak bulan Juli 2021 hingga September 2021 sejalan dengan berlangsungnya PPKM Darurat.

Per tanggal 5 Januari 2022, rute penerbangan domestik AirAsia yang telah dibuka kembali adalah Jakarta-Bali, Jakarta-Lombok, Jakarta-Medan, Jakarta-Padang, Bali-Bandung, Jakarta-Pontianak, Jakarta-Pekanbaru, Bali-Surabaya, dan Medan-Yogyakarta. Seluruh rute tersebut berlaku juga sebaliknya/pulang-pergi (PP).

Bersamaan dengan pembukaan kembali rute penerbangan, AirAsia juga memberikan penambahan jatah bagasi gratis dari yang sebelumnya 15 kg menjadi 20 kg per penumpang dan menawarkan layanan tes antigen dan PCR yang merupakan syarat untuk melakukan penerbangan.

Selain itu, AirAsia akan memaksimalkan peluang bisnis lainnya, seperti kargo dan charter, meluncurkan sejumlah aktivitas promosi, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan permintaan perjalanan dan penerbangan.

Lebih lanjut, AirAsia menyebutkan akan menjalankan rencana aksi korporasi dalam rangka memenuhi ketentuan I-A. Rencana aksi korporasi sendiri telah mendapat persetujuan para pemegang saham utama dan saat ini tengah dalam proses finalisasi.

Suspensi Saham AirAsia Dihentikan BEI

Dalam rencana perusahaan sebagaimana dimuat dalam laman keterbukaan informasi BEI, AirAsia menyatakan bahwa pihaknya mentargetkan agar BEI dapat kembali membuka market saham emiten AirAsia untuk dapat kembali diperjualbelikan pada kuartal II 2022.

Sebelumnya, BEI memang melakukan penghentian sementara atas perdagangan saham AirAsia (kode CMPP) sejak 5 Agustus 2019 karena belum memenuhi ketentuan jumlah saham beredar di publik, yaitu sebesar 7.5 persen.

Namun, pada tanggal 3 Januari 2022 kemarin, BEI telah kembali membuka suspensi perdagangan saham tersebut untuk memberikan kesempatan bagi AirAsia untuk memenuhi ketentuan terkait.

BEI memberikan waktu 2 tahun sejak diberlakukannya Surat Keputusan No. Kep-00101/BEI/12/2021 agar AirAsia dapat memenuhi ketentuan I-A.

 

PNW

Dipromosikan