Usai Rights Issue, Allo Bank Berhasil Tarik Sejumlah Perusahaan Besar!

Usai Rights Issue, Allo Bank Berhasil Tarik Sejumlah Perusahaan Besar!
Image Source by cnnindonesia.com

Usai Rights Issue, Allo Bank Berhasil Tarik Sejumlah Perusahaan Besar!

Sejumlah investor yang berpartisipasi dalam rights issue BBHI berpotensi untuk meraup keuntungan hingga 76,1 persen.

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), emiten bank digital milik Chairul Tanjung telah menyelesaikan aksi korporasi penambahan modal senilai Rp4,8 triliun melalui hak memesan terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. 

Perdagangan rights issue dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 13 Januari 2022 hingga 19 Januari 2022. Kemudian, penerbitan saham hasil rights issue dilakukan pada 17 Januari 2022 sampai dengan 21 Januari 2022.

Melalui rights issue ini, Allo Bank menerbitkan 10,04 miliar saham atau setara dengan 86% modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penjualan Rp478 per lembar saham. Dengan demikian, Allo Bank berpotensi meraup keuntungan hingga Rp4,8 triliun.

Rights issue tersebut diikuti oleh tujuh investor strategis, yaitu CT Corp, PT Indolife Investama Perkasa milik Grup Salim, Growtheum Capital Partners, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), Grab, Traveloka, dan Carro. 

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Bukalapak telah menyerap sebanyak 2,49 miliar saham Allo Bank atau sekitar 11,49% kepemilikan saham. Saham rights issue tersebut dibeli Bukalapak dengan harga Rp 478 per saham sehingga secara keseluruhan mencapai Rp1,19 triliun.

Sedangkan, Indolife membeli 1,30 miliar saham Allo Bank atau sekitar 6% yang mana merogoh biaya sebesar Rp623,2 miliar.

Sebaliknya, CT Corp melalui PT Mega Corpora justru menyisihkan haknya sebesar 2,71 miliar saham sehingga setelah right issue kepemilikan saham Megacorp pada Allo Bank turun dari sebelumnya mencapai 90% menjadi 60,87%.

Rights Issue juga diikuti oleh Komisaris Allo Bank, Ali Gunawan yang mengeluarkan Rp1,75 miliar untuk membeli 3,67 juta saham BBHI. Transaksi ini menjadikan kepemilikan Ali Gunawan pada Allo Bank mencapai 0,037 persen atau setara 7.951.800.

Seiring dengan pelaksanaan aksi korporasi yang dilakukan Allo Bank ini, saham BBHI turut melesat tajam dan sempat mencapai level penutupan tertinggi Rp8.100.

Menurut data BEI pada 17 hingga 21 Januari 2022, saham Allo Bank mengisi urutan ke-4 daftar top gainers pada periode tersebut. Saham Allo Bank tercatat mengalami kenaikan hingga 45,30% dari sebelumnya bernilai Rp6.025 menjadi Rp6.100, jauh dari harga pelaksanaan rights issue yang hanya Rp478 per saham.

Saham Allo Bank bergerak di rentang Rp5.525-Rp6.125 dengan volume yang diperdagangkan sebanyak 21,8 juta dan turnover senilai Rp127,63 miliar. Hal ini menjadikan kapitalisasi pasar (market cap) yang dimiliki Allo Bank menjadi Rp133,16 triliun.

Dengan demikian, investor yang berpartisipasi dalam rights issue BBHI berpotensi untuk meraup keuntungan hingga 76,1 persen.

 

PNW

Dipromosikan