Waduh! Kapal Tangker Pertamina Dicegat Aktivis Greenpeace Yang Membawa Minyak Dari Rusia
“Tindakan pemblokiran kapal tersebut dilakukan sebagai wujud protes atas invasi Rusia ke Ukraina.”
Aktivis Greenpeace memblokir pengiriman 100 ribu ton minyak mentah yang dibawa dengan menggunakan dua kapal tanker dari Rusia di perairan Frederikshavn, Denmark Kamis (31/3) lalu. Terungkap, salah satu kapal tersebut merupakan kapal milik PT Pertamina.
Juru Bicara Greenpeace Emma Oehlenschlager menyatakan bahwa para aktivis memblokir akses kapal dengan berenang dan menggunakan kayak di sekeliling kapal. Hal tersebut dilakukan sebagai wujud protes atas invasi Rusia ke Ukraina dalam sebulan terakhir.
“Baru kali ini kami berhasil menghentikan pengiriman. Dalam kasus lain, kapal tanker dialihkan atau dipercepat. Mereka sekarang akan memperhatikan blokade selama mungkin untuk memastikan kapal tidak bisa saling berdekatan untuk melakukan transfer,” ujarnya (4/4).
Sekitar 100.000 ton minyak mentah disebut akan ditransfer antara kedua kapal. Dengan dua minggu terakhir, Greenpeace Denmark telah melakukan beberapa tindakan terhadap kapal-kapal Rusia yang melakukan beberapa tindakan terhadap kapal-kapal Rusia yang melakukan transfer minyak, meskipun ini adalah blokade pertama yang berhasil.
Bertentangan dengan Kecaman Perang?
Greenpeace Indonesia menegaskan bahwa pembelian energi fosil dari negara agresor seperti yang tengah dilakukan oleh Pertamina dengan membeli minyak dari Rusia dinilai bertentangan dengan kecaman terhadap perang di Ukraina yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.
Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia menyatakan bahwa membeli minyak Rusia akan dipakai untuk modal melanjutkan invasi di Ukraina.
“Membeli minyak Rusia berarti memberikan pendapat bagi negara tersebut, yang besar kemungkinan akan dipakai sebagai modal untuk melanjutkan invasi tidak sahnya di Ukraina,” ujarnya dalam keterangan tertulis (1/4).
Menanggapi pemblokiran yang dilakukan oleh Greenpeace terhadap kapal Pertamina tersebut pihak Pertamina belum memberikan konfirmasi.
“Nanti saya cek ke holding ya,” ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting dikutip dari CNN Indonesia (4/4).
VWS








































