Menjadi profesi lawyer yang malang melintang di dunia internasional akan ikut membanggakan dan mengharumkan nama Indonesia. Untuk bisa menjalani profesi ini di luar negeri, tentu sang lawyer harus terlebih dahulu memahami dan menguasai hukum-hukum negara lain.
Namun, bagi Wincen Adiputra Santoso yang merupakan Senior Associate di DLA Piper International Law Firm, seorang lawyer internasional juga harus sensitif terhadap kultur dari suatu negara.
“Misalnya bagaimana unsur politik berperan dalam penegakan hukum di suatu negara. Di samping itu kita juga bekerja sama dengan lawyer dan klien dari berbagai negara di mana kita dapat belajar pola pikir dari masing-masing individu dengan latar belakang yang berbeda-beda tersebut,” ujarnya melalui surat elektronik kepada Klik Legal, (29/8). (Baca Juga: Yudhistira Setiawan; Benefit dan Tantangan Seorang In House Counsel).
Sebelum terjun ke dunia hukum internasional, Wincen telah berkecimpung di dunia hukum sejak tahun 2009. Dirinya sudah pernah bekerja di salah satu kantor hukum litigasi terbaik di Indonesia. Dan kini menjadi Senior Associate pada kantor hukum internasional DLA Piper. DLA Piper merupakan salah satu kantor hukum terbesar di dunia yang memiliki cabang di lebih dari 40 negara di 90 kota penting di dunia.
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan University of Southern California ini merasa tertarik untuk menjadi seorang advokat internasional karena dirinya sangat menyukai tantangan. Saat ini, dirinya sudah cukup banyak menangani perkara sengketa internasional.
“Saya menangani perkara-perkara sengketa internasional seperti arbitrase internasional, investigasi dan persaingan usaha. Persoalan di bidang arbitrase internasional hampir semuanya terkait dengan sengketa kontrak. Isu-isu di bidang investigasi seperti FCPA, sedangkan isu-isu di bidang persaingan usaha lebih banyak mengenai kartel,” ungkapnya.
Wincen mencatat ada beberapa hal yang menarik ketika menjadi seorang lawyer internasional. Pertama, perbedaan pertama lebih ke pola pikir. “Sebelumnya hanya melihat dari kacamata Indonesia, sekarang lebih melihat dari perspektif global,” ujarnya. (Baca Juga: Mustolih Siradj, Pengacara Syariah yang Membongkar Kekeliruan Donasi dan CSR Alfamart).
Sebagai contoh, lanjutnya, ketika menangani kasus dugaan monopoli biasanya otoritas persaingan usaha akan saling bekerja sama di beberapa negara (seperti tukar menukar informasi). Dengan adanya satu kantor hukum internasional yang menangani perkara tersebut, hal ini tentunya memperkecil resiko inkonsistensi. “Sebagai contoh, definisi pasar produk (relevant market) akan sangat berbahaya apabila ditafsirkan berbeda-beda di beberapa negara,” terangnya.
Kedua, soal bagaimana memberikan jasa hukum. “Sebagai salah satu kantor hukum internasional terdepan, kami selalu dituntut untuk memberikan jasa hukum terbaik,” ujarnya.
Ketiga, tantangan berkontribusi untuk Indonesia. “Dengan pengalaman yang saya dapatkan, saya pribadi justru menjadi semakin tertantang untuk berkontribusi bagi Indonesia karena saya melihat bahwa Indonesia masih harus membangun infrastruktur dan kelembagaan hukum dan politik hukumnya,” ujarnya.
Keempat, pengalaman berbeda ketika bekerja di kantor hukum internasioal. “Salah satu kelebihan kantor hukum internasional adalah kami memiliki advokat dari berbagai disiplin ilmu, latar belakang, dan pengalaman sehingga apabila ada hal-hal yang ingin ditanyakan, dapat segera ditemukan jawabannya,” tambahnya.
Meski begitu, Wincen pun sempat merasakan suka duka menjadi lawyer internasional. “Misalnya ketika kami dihadapkan dengan jurisdiksi dan suatu bidang hukum tertentu yang belum familiar, contohnya perkara antidumping di RRC. Tentunya ada banyak hal yang harus kita pelajari,” katanya.
Ia berpesan kepada pemuda-pemudi Indonesia yang saat ini menjalani profesi sebagai advokat untuk tidak cepat berpuas diri dan tenggelam dalam zona kenyamanan. “Penting untuk selalu menantang diri menjadi lebih baik. Saya yakin pemuda Indonesia yang secara historis memiliki sejarah masa lalu yang gilang gemilang, memiliki segala modal untuk menjadi sukses di manapun mereka berada,” pungkasnya.
(PHB/LY)








































