5 Strategi Pelindo III dalam Mendongkrak Kinerja Perseroan di Era New Normal

5 Strategi Pelindo III dalam Mendongkrak Kinerja Perseroan di Era New Normal

5 Strategi Pelindo III dalam Mendongkrak Kinerja Perseroan di Era New Normal

Salah satunya ialah memberikan program kepastian waktu sandar dan ketersediaan tambatan antar pelabuhan dalam rute tertentu pada perusahaan pelayaran peti kemas.

Corporate Communication PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III), Wilis Aji Wiranata mengatakan, sebagai upaya mendongkrak kinerja perseroan dalam mengadaptasi kenormalan baru, pihaknya telah menyusun setidaknya lima strategi untuk mencapai target peningkatan kinerja perseroan tersebut. Adapun sebagai berikut:

Pertama, melakukan perubahan masa early stack kapal.

“Masa penumpukan peti kemas di terminal dari sebelumnya dibatasi dari tiga hari menjadi lima hari. Pola ini diklaim memberikan efisiensi biaya sebesar 65 persen karena peti kemas ekspor dari pabrik langsung ke terminal peti kemas. Hal ini menguntungkan para eksportir dan forwarding,” katanya kepada wartawan, Minggu (26/7) kemarin.

Kedua, mengubah masa penumpukan peti kemas kosong impor.

“Dari tiga hari menjadi tujuh hari, masa pertama dihitung tujuh hari pertama. Sementara hari kedelapan dan seterusnya dikenakan tarif tetap yang dihitung per hari sebesar tarif masa pertama yang berlaku,” lanjutnya.

Ketiga,mengganti tarif progresif peti kemas yang berada di terminal menjadi tarif flat. 

“Pelindo juga mengizinkan eksportir mengambil peti kemas langsung ke terminal. Hal ini bisa mengefisienkan biaya bagi eksportir hingga 44 persen dibandingkan sebelumnya. Kami juga memberi kemudahan berupa transhipment antar terminal dengan menurunkan biaya terminal handling charge (CHC) peti kemas domestik khususnya di Pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.

Wilis melanjutkan, kesepakatan dilakukan antara Pelindo III dengan perusahaan pelayaran dengan diskon tarif transhipment yang ditetapkan sebesar 35 persen dari tarif paket bongkar muat. Katanya, eksportir akan mendapatkan manfaat sehingga dapat menstimulasi ekspor yang terkait dengan pelayaran, eksportir atau consignee, dan forwarding.

Keempat, memberikan program kepastian waktu sandar dan ketersediaan tambatan antar pelabuhan dalam rute tertentu pada perusahaan pelayaran peti kemas.

“Untuk  meningkatkan kinerja dan produksi. Program ini mempersingkat waktu turn round voyage (TRV), sehingga memberikan efisiensi antara 28 persen sampai dengan 33 persen untuk pelayaran seperti rute Surabaya-Banjarmasin. Utilisasi kapal peti kemas juga dapat meningkat hingga 30 persen,” terangnya.

Kelima, menerapkan kebijakan Sistem Single Submission (SSM) atau Sistem Pelayanan Satu Pintu dan Joint Inspection Pabean bersama Karantina di Terminal Peti Kemas.

“Langkah ini diambil untuk memudahkan importir dan juga mampu mengurangi biaya penanganan peti kemas impor, seperti gerakan ekstra, Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) dan striping stuffing,” pungkasnya.

 

SF

Dipromosikan