Perluas Jaringan Bisnis, Transkon Jaya Incar Dana IPO Hingga Rp112,5 Miliar

Perluas Jaringan Bisnis, Transkon Jaya Incar Dana IPO Hingga Rp112,5 Miliar

Perluas Jaringan Bisnis, Transkon Jaya Incar Dana IPO Hingga Rp112,5 Miliar

“Perseroan berniat memperluas jaringan bisnis pada lini sewa kendaraan Light Vehicle pendukung pertambangan, terutama pada wilayah di luar Pulau Kalimantan, seperti Sumatera dan sekitarnya”.

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, PT Transkon Jaya Tbk dalam waktu dekat ini berencana mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepaskan  375 Juta saham atau sekitar 24,83 persen dari saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Kemudian, ditawarkan dengan rentang harga antara Rp200 sampai dengan Rp300. Sehingga, dengan jumlah tersebut maka perseroan berpotensi meraup dana segar Rp75 Miliar sampai dengan  Rp112,5 Miliar. Transkon telah menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam penawaran umum perdana saham ini.

Saat ini rencana IPO sedang dalam masa penawaran awal (book building) yang telah dimulai pada 10 Juli 2020 dan akan berakhir pada 10 Agustus 2020. Perseroan berharap pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diperoleh pada 14 Agustus 2020 dan masa penawaran umum dijadwalkan pada 19 sampai dengan 27 Agustus 2020. Jika tidak ada halangan, pencatatan perdana saham di BEI diperkirakan dapat terlaksana pada 3 September 2020

Direktur Utama Transkon Jaya, Lexi Roland Rompas mengatakan, langkah ini dilakukan lantaran perseroan berniat memperluas jaringan bisnis pada lini sewa kendaraan Light Vehicle pendukung pertambangan, terutama pada wilayah di luar Pulau Kalimantan, seperti Sumatera dan sekitarnya.

“Rencana pemindahan Ibukota ke Kalimantan dan peningkatan kapasitas listrik dengan menggunakan batubara menjadi katalis positif pada pertumbuhan pendapatan perseroan. Maka dari itu perseroan berniat menggunakan dana hasil Initial Public Offering/IPO untuk pembelian pembayaran uang muka pembelian kendaraan baru dengan tujuan untuk disewakan sesuai dengan dengan alokasi dana sebesar 70 persen. Kemudian, sisanya sebanyak  30 persen akan kami gunakan untuk penunjang kendaran tersebut seperti pengadaan suku cadang ban, oli kendaraan dan juga sebagai modal kerja kedepan,” jelasnya dalam keterangan resminya, Minggu (26/7).

Lexi menuturkan, selain itu, dengan menjadi perusahaan terbuka, Perseroan harus mampu untuk menerapkan good corporate governance dalam menjalankan kegiatan usaha, serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

“Bersamaan dengan Penawaran Umum ini, perseroan mengadakan Program Employee Stock Allocation (ESA) dengan mengalokasikan sebanyak-banyaknya 0,25 persen dari saham yang ditawarkan dalam bentuk saham jatah pasti pada saat Penawaran Umum atau sebanyak-banyaknya 937.5 ribu saham biasa atas nama dengan harga pelaksanaan ESA sama dengan Harga Penawaran,” lanjutnya.

Ia menambahkan, melalui program ini perseroan bermaksud untuk meningkatkan rasa memiliki  atau sense of belonging pada karyawan terhadap perusahaan dan diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kinerja karyawan, serta juga memberikan peningkatan kinerja perseroan secara keseluruhan. Katanya, pelaksanaan program ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Peraturan No. IX.A.7.

“Selain menyewakan kendaraan penunjang pertambangan, Transkon Jaya juga bergerak dalam bidang perusahaan penyedia layanan internet di wilayah Kalimantan dengan jaringan internet yang bernama Pacnetcom. Dalam bisnis ini perseroan menghubungkan pelanggan dengan Indonesia Internet Exchange dan International Internet Backbone. Dengan menggunakan infrastruktur fiber optik dan didukung oleh sistem catu daya serta backup link yang ada, Perseroan mampu meminimalisir waktu downtimes dan mampu melayani pelanggan 24 jam per hari tanpa kuota bulanan. Sehingga kami dapat memberikan solusi jaringan internet dengan harga murah dan kualitas terbaik kepada pelanggannya,” tambahnya

Menurut Lexi, untuk dapat bersaing dengan para kompetitor, perseroan telah menerapkan beberapa strategi selain daripada pengembangan pasar, yakni dengan mempertahankan pelanggan potensial dengan memberikan servis yang lebih berkualitas dibandingkan dengan para pesaingnya dalam bidang penyewaan kendaraan Light Vehicle (LV) dengan menyediakan fasilitas perbaikan di setiap lokasi pertambangan pelanggan.

“Sehingga menunjang efisiensi waktu dalam proses perbaikan. Contohnya, baru-baru ini perseroan mendirikan fasilitas perbaikan di daerah terpencil seperti  di kepulauan Maluku. Hal tersebut menjadi salah satu keunggulan kami dalam menjalankan bisnis ini, pun untuk mendukung strategi ini kami akan meningkatkan skill, dengan sejumlah strategi tersebut Transkon Jaya optimis, pada akhir tahun 2020 mendatang dapat mencatatkan pertumbuhan Bottom Line hingga Rp 60-70 miliar,” bebernya.

Sebagai informasi, menilik laporan keuangan pada tahun 2019, Transkon Jaya mencatatkan laba neto sebesar Rp30,56 Miliar, jumlah ini bertumbuh 9.73 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2019 yakni Rp27,85 Miliar. Meningkatnya laba ini didukung oleh pendapatan yang terkerek naik 23.08 persen atau setara dengan Rp401,33 Miliar. Peningkatan ini disebabkan naiknya pendapatan pada segmen sewa kendaraan sebesar 23 persen yang diperoleh atas naiknya permintaan dari pelanggan baik pelanggan lama maupun baru. Kenaikan harga sewa sebesar 2,2 persen per tahun serta peningkatan pendapatan penyedia layanan internet sebesar 44 persen.

Transkon Jaya sendiri didirikan di Balikpapan, Kalimantan Timur pada tahun 2002 dengan menjalankan usaha awal sebagai pemasok suku cadang dan aksesoris untuk kendaraan-kendaraan khusus daerah konsesi pertambangan. Seiring dengan perkembangan usahanya, pada tahun 2006 Perseroan mulai menyewakan kendaraan operasional (light vehicle/ LV) 4×4 dan 4×2 dengan brand “Transkon Rent” dengan spesifikasi kendaraan yang telah disesuaikan dengan kegiatan usaha pelanggan yang didominasi oleh perusahaan pertambangan batu bara. Bisnis batu bara yang mendominasi sektor usaha di pulau Kalimantan ini telah menciptakan peluang bisnis yang dimanfaatkan oleh Perseroan yang telah beroperasi sejak tahun 2002.

Melihat potensi yang dapat dikembangkan, maka pada tahun 2011, Perseroan menambah lini bisnis baru dengan menjadi perusahaan penyedia layanan internet di wilayah Kalimantan. Saat ini bidang usaha yang dijalankan Perseroan selain sebagai penyedia jasa penyewaan LV, penyedia jaringan internet juga menjual suku cadang dan aksesoris kendaraan.

 

 SF

Dipromosikan