DPW APSI Jakarta akan menjadi lokomotif atau percontohan DPW lainnya di Indonesia.
Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (DPW APSI) Jakarta menggelar Musyawarah Wilayah IV DPW APSI Jakarta dengan tema “Memperkuat Sinergi Pengacara Syariah Dalam Menjawab Tantangan di Era Industri 4.0” yang dilaksanakan di Legalo, Jakarta Selatan pada Kamis (21/02). Dalam Muswil ini Asharyanto Hermanto terpilih sebagai Ketua DPW APSI Jakarta periode 2020-2025 menggantikan Ahmad Ramzy.
Di depan Ketua Umum DPP APSI, DPC, dan DPW APSI Jakarta, pria yang akrab disapa Hari menyampaikan visi dan misinya sebagai nahkoda baru DPW APSI Jakarta untuk 5 tahun kedepan. Adapun yang menjadi sorotan terkait tumpang tindihnya kebijakan DPW dengan DPP pada periode sebelumnya.
“Visi dan misi, ada suatu disrupsi tapi kita belum bisa bertranformasi, bukan karena tidak bisa, persoalannya adalah siapa yang mau, persoalan itu akan dijawab bersama, tidak bisa dijawab hanya seorang ketua, kalau bergerak bersama lebih ringan dari pada sama-sama gerak golnya nanti tidak jelas, bersinergi untuk bisa. Kalau di AD/ART teman-teman baca meningkatkan kompetensi, ini menjadi salah satu dari sekian banyak target, sebagai gubernur saya analogikan tetap harus mendukung program-program dari pusat. Ide itu mudah diciptakan, keaktifan anggota menjadi sebuah energi dalam sebuah pergerakan bersama, kalau teman-teman tidak bergerak jangan berekspetasi lebih, tapi dalam 5 tahun kedepan saya pastikan dari 200 orang anggota DPW APSI minimal bisa tumbuh 300% dari sekarang,” terang AH.
Hari juga berkomitmen menjadikan DPW APSI Jakarta menjadi lokomotif atau percontohan DPW lainnya di Indonesia sesuai amanat dari Ketua Umum APSI Dr. H. Sutrisno. Selain itu secara identitas APSI sangat spesifik, ini yang menjadi keunggulan, dan market kedepan sangat luas dan besar, merupakan suatu tantangan yang harus dijawab.
Pasca pelantikan, rencana terdekat yang akan dilakukan Hari yaitu menyamakan visi dan misi dulu antara DPP, DPW dan para anggota. Secara klasifikasi umur anggota DPW saat ini didominasi oleh kaum-kaum milenial, ide-ide segar dari mereka perlu diapresiasi. “Soal mengeksekusi itu butuh waktu, butuh waktu dalam arti harus koordinasi dengan DPP dulu,” tambah AH.
Dalam rangka memperkenalkan APSI sehingga masyarakat tahu eksistensinya, khususnya Sarjana Hukum tahu bahwa Orginisasi Advokat tidak hanya PERADI, Hari tidak berjanji merealisasikannya dalam waktu dekat. Menurutnya, takutnya hanya sekedar omong kosong, Hari akan melakukan pemetaan terlebih dulu terutama terkait kebutuhan dan keahlian dari para anggotanya.
“Misal saya roadshow, tapi kalau anggotanya tidak siap bagaimana, jadi nanti secara simultan, yang terpenting setelah saya buat tim, itu saya akan coba mapping dulu kebutuhan dan expertise dari para anggota. Sehingga ketika kita roadshow, kita publikasi bukan sekedar publikasi jatuhnya, jadi memang kita kuat resource-nya, itu yang memang ketika saya mapping anggota lain sudah siap, dalam arti siap berkontribusi, siap untuk misal ada permintaan klien, dan sebagainya, harus dilihat dari internalnya dulu,” ujarnya.
Selain itu, dalam acara ini DPW APSI Jakarta periode sebelumnya juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban, laporan ini disampaikan oleh Sekretaris DPW APSI Denni Arie Mahesa, terdiri dari program-program yang berhasil dilaksanakan dan program-program yang masih menjadi catatan
Untuk diketahui, Hari merupakan Managing Partner di BP Lawyers, dan sejak 2014 fokus menagani sengketa bisnis korporasi dengan klien mayoritas asing.
SF








































