Bukan Pertama Kali BCA Ganti Rugi Dana Nasabah Yang Hilang
“Kalau bukan karena kesalahan atau kelalaian nasabah, pasti kami ganti 100%,”
Hebbie Agus Kurnia yang merupakan nasabah PT Bank Central Asia (BCA) mengaku kehilangan uang tabungannya sebesar Rp135 juta dalam sehari. Ada transaksi mencurigakan berkali-kali pada rekeningnya yang tidak diketahui.
Melalui instagram pribadi miliknya @hebosto membagikan ceritanya kehilangan uang tabungan sebesar Rp135 juta. Kejadian tersebut berawal pada saat Hebbie hendak menarik uang di ATM untuk keperluan belanja bulanan pada Minggu (27/3), namun ada pemberitahuan bahwa hari ini sudah limit penarikan sehingga tidak diperbolehkan menarik sejumlah uang lagi. Pada saat dilihat, sisa saldo di rekeningnya Rp1 juta dan Hebbie telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak BCA.
“Jam 11 pagi gue coba kontak pihak BCA. Lama ditelpon, kemudian ada 1 kalimat yang bikin gua ngeganjel, “Tapi pak, disini kami hanya investigator ya, uangnya tidak janji kembali,” tulisnya (27/3).
Hebbie juga telah melaporkan insiden yang dialaminya kepada pihak Polrestabes melalui email.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa dana nasabah yang hilang karena akibat skimming akan diganti 100%.
“Kalau bukan karena kesalahan atau kelalaian nasabah, pasti kami ganti 100%,” ujarnya dikutip dari katadata.co.id (18/3).
Jahja Setiaamadja juga menambahkan bahwa pihak BCA telah menghubungi nasabah, bahwa hasil investigasi yang dilakukan oleh BCA nasabah tersebut mengalami skimming dan akan mendapatkan penggantian 100% oleh BCA.
“Nasabah berterima kasih atas proses investigasi BCA dan info akan segera memberikan klarifikasi ke media,” tambahnya.
Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryana menghimbau kepada para nasabah BCA untuk mengganti pin ATM secara berkala guna menghindari kejahatan seperti skimming.
“Kami menghimbau kepada nasabah untuk dapat mengganti PIN kartu ATM secara berkala. Penggantian PIN bisa dalam seminggu sekali, tiga hari sekali, ataupun setiap hari. Hal tersebut akan mencegah kejahatan skimming meskipun kode PIN ATM sudah pernah direkam oleh oknum pelaku skimming,” ujar Hera.
Hera menambahkan bahwa jika nasabah menjadi korban skimming dapat mengakses link dibawah ini:
Menjamin Penuh
BCA menjamin penuh penggantian dana nasabah jika menjadi sasaran hack atau kejahatan siber. Pasalnya berkembangnya teknologi seperti bank digital membuat ada celah kejahatan siber yang menghantui meski menawarkan sejumlah kemudahan.
Kasus serupa juga pernah terjadi sebelumnya, Pada tahun 2010, seorang nasabah BCA yang berasal dari Denpasar uangnya yang hampir mencapai Rp150 juta yang dicuri tiba-tiba dari ATM nya. Merespon hal tersebut dalam waktu kurang dari 2 minggu BCA kemudian mengganti uang nasabah tersebut.
Pada tahun 2014 sekitar 112 rekening nasabah BCA yang dilaporkan dibobol sindikat pencuri rekening lewat ATM, kerugian ditaksir mencapai Rp1,25 miliar. Direktur Utama BCA pada waktu itu Jahja Setiaatmadja menyatakan bahwa pihaknya akan tetap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh nasabahnya.
Di tahun 2015, 13 nasabah BCA juga mengalami skimming sehingga uang sejumlah Rp400 juta raib. Diketahui pelaku membeli kartu ATM hasil skimming beserta pin-nya dari tiga website antara lain konoteh.com, validdumps.su dan tonymontana.cc.
Pada tahun 2021 lalu, rekening seorang nasabah BCA bernama Nurul Triyani mengaku kehilangan uang mencapai Rp1,9 juta padahal tidak pernah melakukan transaksi. Lalu pihak BCA mengajaknya bertemu di BCA Cabang Cimanggis agar bisa melihat rekaman CCTV.
VWS








































