Dana Segar Rp 122 miliar, Fintech Penyedia API Brick Siap Ekspansi ke Singapura dan Filipina
Brick memperoleh dana senilai US$ 8,5 juta atau sekitar Rp 122 miliar dalam pendanaan tahap awal (seed-funding) yang dipimpin oleh Flourish Ventures dan Antler. Dana ini akan digunakan untuk mendukung layanan Brick dan ekspansi ke negara-negara lain.
Financial Technology Brick, penyedia aplikasi antarmuka (API) telah memperoleh dana segar senilai US$ 8,5 juta atau sekitar Rp 122 miliar dalam pendanaan tahap awal (seed-funding) yang dipimpin oleh Flourish Ventures dan Antler. Penggalangan dana yang dilakukan ini bertujuan untuk mendukung visi memberdayakan perusahaan fintech generasi berikutnya dengan infrastruktur yang mudah diterapkan, inklusif, dan rendah biaya. Brick mempersiapkan untuk ekspansi besar-besaran ke wilayah lain, termasuk Singapura dan FIlipina.
Terdapat beberapa investor lain yang ikut serta dalam putaran ini, seperti Trihill Capital, Better Tomorrow Ventures, Sima Gandhi (Plaid, Creative Juice), Rally Cap Ventures, Yan Wu (Bond), Ooi Hsu Ken (Iteratif), Brain Ma (Divvy Homes), Amrish Rau (Pine Labs) dan Andrea Baronchelli (Aspire).
CEO Brick, Gavin Tan, mengatakan jika pendanaan ini sejalan dengan rencana perusahaan untuk membangun infrastruktur fintech pada perusahaan teknologi di Asia Tenggara.
“Pendanaan ini membantu kami untuk tumbuh dengan cepat, mengembangkan platform teknologi kami untuk menawarkan beragam produk baru, serta mendukung lebih banyak pengembang dan start-up Asia Tenggara untuk membangun layanan keuangan yang inklusif. Kami senang menyambut Flourish dan membangun hubungan yang lebih dalam dengan Antler,” kata Gavin.
Global Investment Advisor Flourish Ventures, Smita Aggarwal ikut menyampaikan bahwa Brick sedang dalam posisi yang ideal untuk bertumbuh, diisi dengan tim yang jebat serta posisi kompetitif terkemuka di pasar akan membawa kekuatan kepada Brick. Selain itu, terdapat pula dukungan regulasi yang kuat untuk keuangan terbuka sehingga Brick dapat menjadi katalis pertumbuhan layanan keuangan di seluruh segmen pelanggan.
“Kami percaya bahwa adopsi yang luas dari alat keuangan terbuka dapat mempercepat inklusi keuangan di seluruh wilayah dan memberikan dorongan yang signifikan untuk pertumbuhan ekonomi. Kami berharap dapat bekerja sama dengan Brick karena ini mendukung kebangkitan keuangan tertanam di wilayah yang sangat tidak memiliki rekening bank ini,” ucap Smita.
Saat ini, Brick tercatat sudah melakukan kerja sama dengan ribuan developer di Indonesia dan memiliki lebih dari 50 klien yang diantaranya adalah perusahaan fintech, seperti Sinarmas Group dan Astra Financial.
Selain itu, Brick juga sudah mendukung lebih dari 13 juta panggilan API dan 1 juta konsumen setiap bulannya. Platform fintech memanfaatkan API Brick untuk memudahkan penawaran jasa pembayaran, kredit, investasi, dan asuransi kepada konsumen dengan menghubungkan platform mereka pada sumber data yang bersifat hyper-local.
FDW








































