GIMNI: Pelaku Kelangkaan Minyak Goreng Bukan Produsen, Masalah ada di Distributor
Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) membantah secara tegas terlibat dalam jaringan mafia minyak goreng seperti yang disebut oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.
Menanggapi perkataan Menteri Perdagangan yang menyatakan bahwa terdapat mafia minyak goreng, Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) membantah secara tegas terlibat dalam jaringan mafia minyak goreng itu.
“Pelakunya bukan di industri produsen minyak gorengnya. Di salurannya itu yang menjadi biang kerok. Di rantai alur, itu harusnya coba bikin investigasi. Kenapa toko ini begitu diumumkan bebas tiba-tiba ada, darimana coba logikanya?” ucap Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (Gimni), Sahat Sinaga.
GIMNI mengklaim bahwa seluruh anggota asosiasi sudah mendistribusikan minyak goreng ke masyarakat, tetapi nyatanya minyak goreng itu banyak yang tidak sampai sehingga mengakibatkan kelangkaan di tengah-tengah masyarakat. Karena kelangkaan ini, masyarakat sudah beranggapan buruk pada produsen minyak goreng karena dianggap terlibat.
“Bukan perusahaan. Perusahaan mah gelontorkan, tapi media sama lain-lain menganggap bahwa itu perusahaan. Karena tidak mengerti, dianggap itu perusahaan,” ucap Sahat.
Sahat menuduh kelangkaan ini terjadi pada distributor minyak. Hal ini dikarenakan terdapat proses yang harus dilalui oleh minyak goreng sebelum sampai pada konsumen, mulai dari membuat pesanan, melakukan pengiriman, hingga sampai di gudang ritel.
“Pelakunya bukan di industri produsen minyak gorengnya. DI salurannya itu yang menjadi biang kerok. Di rantai alur, itu harusnya coba bikin investigasi. Kenapa toko ini begitu diumumkan bebas tiba-tiba ada, dari mana coba logikanya?” lanjut Sahat.
Sahat juga memohon kepada media untuk dapat mengawasi rantai distribusi karena bisa jadi ada praktik manipulasi dan juga penyelundupan di rantai distribusi minyak goreng dari produsen menuju konsumen.
“Jadi kalian juga membantu, bahwa mereka menyelundup, mereka buat manipulasi karena tidak pernah disorot. Yang disorot itu industri jadi mereka merasa lepas. Kan gitu, jadi kita-kita juga yang amburadul,” ucap Sahat pada wawancara dengan CNN Indonesia.
Sebagai tambahan informasi, Sahat membahas hal ini karena Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan akan mengungkap siapa mafia minyak goreng yang mengakibatkan kelangkaan.
“Sekarang sudah ada yang menggulirkan barangnya. Itu juga sedang diperiksa polisi juga kalau sampai terjadi kecurangan. Mudah-mudahan hari ini Polri bisa mengumumkan, dalam 1-2 hari ini mengumumkan daripada kecurangan-kecurangan tersebut,” ujar Lutfi.
FDW








































