Hindari Krisis, Unilever Akan PHK Besar-Besaran Secara Global!

Hindari Krisis, Unilever Akan PHK Besar-Besaran Secara Global!
Image Source by diglogs.com

Hindari Krisis, Unilever Akan PHK Besar-Besaran Secara Global!

Unilever berencana untuk memberhentikan 1.500 karyawan secara global dan merampingkan bisnis menjadi 5 grup.

Unilever akan melakukan pemberhentian hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran untuk memangkas sekitar 1.500 karyawan yang tersebar pada berbagai kantor Unilever di dunia.

Berdasarkan keterangan resmi CEO Unilever, Alan Jope (27/01/2022), rencana PHK ini muncul karena Unilever berencana untuk menyederhanakan struktur organisasi perusahaan.

Hal tersebut diwujudkan dengan merampingkan lini bisnisnya menjadi hanya 5 unit sehingga diperlukan pengurangan peran manajemen senior sebesar 15 persen dan manajemen junior sebesar 5 persen, yang mana jumlahnya setara dengan 1.500 karyawan.

“Model organisasi baru telah kami kembangkan selama satu tahun terakhir dan didesain untuk meningkatkan kinerja perusahaan,” jelasnya melalui rilis resmi.

Adapun lima bisnis yang akan difokuskan oleh Unilever mencakup Kecantikan dan Kesejahteraan, Perawatan Pribadi, Perawatan Rumah, Nutrisi, dan Es Krim. Lima grup bisnis tersebut juga akan didukung oleh operasi bisnis Unilever yang mencakup teknologi, sistem, dan proses untuk mendorong operasional di seluruh bisnis.

Nantinya, masing-masing grup bisnis akan bertanggungjawab penuh terhadap strategi, pertumbuhan, dan pengiriman keuntungan secara global.

Alan Jope menyebutkan bahwa pengerucutan lini bisnis ini dilakukan Unilever untuk meningkatkan respon terhadap tren konsumen dan saluran dengan akuntabilitas pengiriman yang sangat jelas.

Selain itu, ia juga menyampaikan perubahan akan dikonsultasikan lebih lanjut dan akan dipastikan agar tidak berdampak kepada para pekerja pabrik.

Lebih lanjut, alasan utama Unilever melakukan pemangkasan karyawan sebenarnya adalah adanya tekanan kuat dari investor dan pemegang saham untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan setelah nilai saham perusahaan menurun sekitar 10% sepanjang tahun 2021.

Unilever beberapa saat lalu juga diketahui gagal melakukan akuisisi terhadap unit perawatan kesehatan yang dimiliki oleh GlaxoSmithKline dan Pfizer yang berdampak pula pada penurunan harga saham perusahaan.

Manajer dana Unilever, Tery Smith, mengungkapkan bahwa salah satu pemegang saham Unilever menggambarkan kegagalan tersebut sebagai “pengalaman hampir mati” dan meminta manajemen Unilever untuk lebih fokus pada peningkatan bisnis intinya atau memilih opsi mundur.

Hal ini pula yang menyebabkan Unilever meluncurkan pembaruan strategi pada 17 Januari 2022 lalu yaitu melalui pengembangan 5 lini bisnis dan pengurangan tenaga kerja untuk memangkas biaya.

“Pertumbuhan akan menjadi prioritas utama kami dan perubahan ini akan mendukung upaya kami untuk mencapai pertumbuhan bisnis,” ujar Jope.

 

PNW

Dipromosikan