Indosat (ISAT) dan BDX Adakan Joint Venture Bentuk Perusahaan Data Center
“Perjanjian joint venture ini dilakukan untuk membangun perusahaan data center di Indonesia”
PT Indosat Tbk. (ISAT) bersama PT Aplikanusa Lintasarta, PT Starone Mitra Telekomunikasi, dan BDX Asia Data Center Holdings Pte. Ltd (BDX) telah menandatangani suatu perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian usaha patungan.
Perjanjian ini nantinya akan dilengkapi dengan perjanjian komersial dan operasional, yang memungkinkan para pihak berkolaborasi dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan data center di Indonesia yang berfokus pada layanan cloud di Indonesia.
Perusahaan data center ini nantinya akan menawarkan berbagai solusi digital unggulan yang melayani pengguna dari berbagai industri, termasuk institusi keuangan, hyperscalers, operator telekomunikasi, dan pemerintah.
Berdasarkan Corporate Secretary, Billy Nikolas Simanjuntak, dalam Keterbukaan Informasi, estimasi nilai rencana transaksi adalah Rp3,3 triliun.
Setelah transaksi diselesaikan dan telah memenuhi seluruh syarat pendahuluan, transaksi tersebut akan dilaporkan kepada OJK sesuai dengan peraturan yang berlaku, baik untuk transaksi afiliasi maupun material.
Billy Nikolas Simanjuntak juga menambahkan bahwa perjanjian joint venture ini diharapkan dapat memperkuat layanan pangkalan data yang diberikan perseroan ke pelanggannya.
Sebelumnya, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengungkapkan bahwa Indosat akan berfokus untuk menyediakan telekomunikasi ke depan dan menyediakan layanan seluler yang akan menjadi pendorong transformasi digital Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, melalui perusahaan joint venture ini merupakan salah satu aksi nyata bagi PT Indosat Tbk. (ISAT) dalam hal mendorong dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.
MH








































