Simak Strategi Bank Aladin Syariah Peroleh Pembiayaan
“Bank Aladin Syariah diperkirakan akan menerima dana mencapai Rp4 triliun dalam rights issue ini.”
Dalam waktu dekat ini, PT Bank Aladin Syariah Tbk akan melakukan penambahan modal perusahaan. Upaya tersebut dilakukan dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue sebanyak 1.999.933.723 lembar saham baru. Jumlah tersebut setara dengan 11,12% dari modal ditempatkan dan disetor penuh PT Bank Aladin Syariah.
Dengan harga pelaksanaan senilai Rp2000 per lembar saham, Bank Aladin Syariah diperkirakan akan menerima dana mencapai Rp4 triliun dalam rights issue ini. “Rencana penggunaan dana akan dipergunakan untuk penyaluran pembiayaan untuk mendukung kinerja perseroan,” ujar Sekretaris Perusahaan Bank Aladin Syariah, Mayang Ekaputri, dalam surat yang ditujukan pada otoritas bursa, Senin (9/5).
Adapun pula diketahui bahwa dengan dilakukannya rights issue ini, maka setiap pemegang 100.000 saham lama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per tanggal 19 Mei 2022 berhak memperoleh 12.505 HMETD. Satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp2.000 per saham.
Sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih dari haknya apabila saham baru yang ditawarkan dalam rights issue ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik. Kemudian, apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa HMETD yang tidak dilaksanakan, maka seluruh sisa saham tersebut tidak akan diterbitkan dari portepel.
Selain melalui upaya rights issue, Bank Aladin Syariah diketahui belakangan ini telah menjalin kerja sama dengan perusahaan asuransi digital asal China, ZA Tech Global. Presiden Direktur Bank Aladin, Dyota Marsudi, menyatakan bahwa kerjasama antara ZA Tech dengan Bank Aladin diharapkan dapat memperkuat Bank Aladin sebagai bank digital, baik dari sisi permodalan maupun berbagai rencana bisnis strategis ke depan.
Menambahkan pendapat Dyota, General Manager ZA Tech Southeast Asia Young Yang menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan salah satu komitmen ZA Tech dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia.
“Kolaborasi layanan perbankan digital syariah dengan InsurTech seperti Bank Aladin dan ZA Tech akan memberikan pilihan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi asuransi secara digital dan modern,” ucapnya.
AA








































