Sektor ekonomi digital Indonesia sudah diakui negara lain maupun di kancah internasional
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Thomas Lembong mengkonfirmasi lancarnya arus investasi Indonesia di sektor ekonomi digital. Ia mengatakan pemerintah sekarang harus melihat potensi lain untuk digarap dan dimaksimalkan, salah satunya industri manufaktur.
“Saya kira arus modal masuk di ekonomi digital sektor teknologi sudah jalan dengan baik. Bagi saya yang harus jadi fokus perhatian memang investasi di sektor manufaktur,” kata Thomas di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (17/10) dikutip dari kompas.com.
Dengan adanya tren positif di bidang ekonomi digital, Thomas menjelaskan, yang harus dilakukan pemerintah adalah dengan menjaga kondisinya tetap aman dan stabil. Di sisi lain, investasi di sektor manufaktur sangat menarik dan mempunyai peluang untuk mengambil bagian besar di perindustrian Indonesia kedepannya.
“Di sektor manufaktur, itu rebutannya banyak sekali. Jadi Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Bangladesh, itu rebutannya gila-gilaan,” ungkap Thomas.
Ia juga menyampaikan bahwa sektor ekonomi digital yang telah dimiliki Indonesia, hingga kini tidak boleh diragukan lagi. Hal ini pun sudah diakui negara lain maupun di kancah internasional. Oleh karena itu, pemerintah harus fokus kedepannya serta mengalihkan perhatiannya pada perekonomian di sektor manufaktur.
“Saya kira keunggulan kita di ekonomi digital sudah sangat terbukti dan diakui dunia. Saya kira perlu mendukung, untuk manufaktur kita harus jemput bola,” tegasnya.
Thomas mengaku sudah bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian. “Minggu lalu BKPM dan Kemenperin bikin satu delegasi ke Tiongkok untuk bertemu dengan industri mebel dan produk kayu,” jelasnya.
ZNA








































