Ini Ketentuan Regulasi Data Pribadi yang Membuat Instagram Didenda USD 405 Juta

Ini Ketentuan Regulasi Data Pribadi yang Membuat Instagram Didenda USD 405 Juta
Image Source by sindonews.com

Ini Ketentuan Regulasi Data Pribadi yang Membuat Instagram Didenda USD 405 Juta

“Diketahui dari pernyataan Doyle, Instagram melakukan praktik yang mana membuat akun pengguna anak bisa diatur ke mode umum secara default, kecuali pengguna akun tersebut mengubahnya ke mode privasi.”

Baru-baru ini, Meta Platforms Inc. dijatuhi sanksi denda oleh Komisi Perlindungan Data Irlandia sebesar USD 405 juta. Dikutip Reuters, pengenaan sanksi ini didasari atas perbuatan anak layanan perusahaannya, Instagram, yang dianggap kurang baik dalam melakukan pemrosesan data pribadi penggunanya.

“Kami mengadopsi keputusan akhir kami Jumat lalu dan itu mengandung denda 405 juta euro. Rincian lengkap dari keputusan tersebut akan dipublikasikan minggu depan,” jelas Wakil Komisaris Komisi Perlindungan Data Irlandia, Graham Doyle, dikutip Reuters, Selasa (6/9/2022).

Diketahui dari pernyataan Doyle, Instagram melakukan praktik yang mana membuat akun pengguna anak bisa diatur ke mode umum secara default, kecuali pengguna akun tersebut mengubahnya ke mode privasi. Padahal, sebagaimana diketahui terdapat beberapa pengguna Instagram yang berumur dibawah 18 tahun.

“Siapa pun yang berusia di bawah 18 tahun secara otomatis dapat mengatur akun mereka ke pribadi ketika mereka bergabung dengan Instagram. Jadi, hanya orang yang mereka kenal yang dapat melihat apa yang mereka lakukan,” kata Meta, dilansir The Verge, Selasa (6/9/2022).

Instagram dalam hal ini dinilai melanggar ketentuan di dalam General Data Protection Regulation (GDPR) yang berkaitan dengan privasi dan standar umum pengelolaan data pribadi serta juga mengenai ketentuan perlindungan informasi terkhusus untuk anak-anak. Atas hal tersebut, Instagram dikenakan denda yang mana terbesar yang pernah dikenakan Komisi Perlindungan Data Irlandia.

Menanggapi pengenaan sanksi ini, Kepala Instagram, Adam Mosseri, menyatakan bahwa penanganan data pengguna layanannya, terutama pengguna muda, terus diawasi selama beberapa tahun terakhir. Pihaknya juga mengatakan bahwa akan bekerja sama dengan penyelidikan Komisi Perlindungan Data Uni Eropa terkait dengan kasus ini.

 

AA

Dipromosikan