Jakarta Kembali PSBB Transisi, Berikut Sektor Usaha Yang diperbolehkan Buka

0
118
Jakarta Kembali PSBB Transisi, Berikut Sektor Usaha Yang diperbolehkan Buka

Jakarta Kembali PSBB Transisi, Berikut Sektor Usaha Yang diperbolehkan Buka

Beberapa sektor usaha sudah diperbolehkan buka pada masa PSBB Transisi Jakarta yang mulai diterapkan pada Senin (12/10).

Mulai Senin (12/10) hingga (25/10/20) masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi Jakarta mulai diberlakukan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengumumkan keputusan kelanjutan masa PSBB ini pada Minggu (11/10) yang mana sebelumnya Pemprov DKI Jakarta telah mengevaluasi pelaksanaan selama ini dengan kasus aktif Covid-19 di Jakarta selama PSBB ketat melambat. Menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam pembahasan kelanjutan PSBB.

“Melihat hal tersebut, Pemprov DKI Jakarta memutuskan mengurangi kebijakan rem darurat secara bertahap dan memasukan PSBB masa transisi dengan ketentuan baru selama dua pekan kedepan, mulai tanggal 12-15 Oktober 2020.” Kata Anies.

Saat penerapan PSBB transisi ini ada sejumlah tempat ataupun sektor yang diperbolehkan buka atau bisa beroperasi dengan pembatasan kapasitas karyawan maupun pengunjung. Berikut sektor yang diperbolehkan beroperasi masa PSBB transisi dan aturannya:

  1. Perkantoran

Selama masa PSBB transisi, perkantoran di sektor esensial dapat beroperasi dengan kapasitas sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, ada 11 sektor esensial yaitu; Kesehatan, Bahan Pangan, Makanan, Minuman, Energi, Komunikasi dan Teknologi Informasi, Keuangan, Logistik, Perhotelan, Konstruksi, Industri Strategis, Pelayanan dasar, Utilitas Publik dan Industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, dan/atau kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, semua perkantoran wajib mengikuti ketentuan protokol kesehatan tambahan seperti:

    • Membuat sistem pendataan pengunjung di perusahaan yang sekurang-kurang dari nama pengunjung, nomor induk kependudukan (NIK), nomor ponsel, waktu berkunjung/bekerja. Dimana sistem pendataan tersebut dapat berbentuk manual maupun digital.
    • Menyerahkan data pengunjung secara tertulis kepada Pemprov melalui Dinas Tenaga Kerja, dan Energi (DTKTE) sebagai penyelidikan penyelidikan  epidemiologi.
    • Melakukan jam kerja dan sif dengan jeda minimal antar shift 3 jam.
  1. Restoran

Dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 101/2020, disebutkan bahwa makan di restoran, warung makan maupun kafe diperbolehkan selama PSBB transisi. Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu: Melaksanakan protokol pencegahan Covid-19, membatasi jumlah pengunjung paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat yang disediakan, menerapkan pemeriksaan suhu tubuh dan mewajibkan pengunjung menggunakan masker, kecuali saat makan ataupun minum.

  1. Pasar dan Mall

PSBB transisi Jakarta saat ini, pasar dan mall diperbolehkan beroperasi dengan pengunjungan maksimal 50 persen dari kapasitas, bukan hanya itu jam operasi juga diatur pengelola pasar mulai dari pukul 09.00-21.00 WIB dan setiap tokoh di pusat perbelanjaan/mall diwajibkan mengikuti aturan dinas sektor terkait.

  1. Bioskop

Bioskop di Jakarta telah diperbolehkan kembali pada masa PSBB transisi saat ini. Dengan jumlah pengunjung dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas normal. Selain itu, pengunjung dilarang berpindah-pindah dan jam operasi bioskop akan diatur berdasarkan pengajuan teknis dari pengelola gedung.

  1. Taman rekreasi

Taman rekreasi di Jakarta juga telah dibuka, namun untuk pembelian tiket harus dilakukan secara online. Taman rekreasi diperkenankan beroperasi mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Pembatasan pengunjung dibatasi maksimal 25 persen dari kapasitas. Disamping itu juga anak di bawah 9 tahun dan orang tua di atas 60 tahun dilarang masuk.

  1. Tempat Cukur

Saat PSBB transisi, pelayanan salon dan tukang cukur di wilayah Jakarta kembali diizinkan. Batas Jumlah pengunjung hanya 50 persen. Tetapi untuk pelayanan perawatan muka dan pijat belum diizinkan selama masa PSBB transisi.

  1. Tempat Ibadah

Berdasarkan Pergub 101/2020, tempat ibadah wajib melaksanakan perlindungan kesehatan, diantaranya:

    • Membatasi jumlah penggunaan tempat ibadah paling banyak 50 persen dari kapasitas
    • Memberlakukan pengukuran suhu
    • Menghimbau pengguna tempat ibadah membawa alat ibadah sendiri
    • Melakukan desinfeksi pada lantai, dinding dan perangkat bangunan tempat ibadah sebelum dan setelah kegiatan
    • Melakukan pembatasan jarak minimal 1 meter
    • Khusus tempat ibadah raya harus melakukan pencatatan pengunjung.

 

TM

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*