Kalbe Farma dan Ecossential Food Corp Bentuk Perusahaan Joint Venture di Filipina
“Pendirian perusahaan joint venture ini dilakukan sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar di masing-masing negara yang menjadi target market Kalbe”
PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usaha Kalbe International Pte. Ltd. (Kalbe International) menandatangani perjanjian kerja sama joint venture (JV) atau penyertaan modal dengan Ecossential Food Corp (EFC), perusahaan distributor consumer goods yang berada di Filipina.
Perusahaan joint venture, Kalbe Ecossential International Inc ini nantinya akan fokus pada pemasaran produk-produk Kalbe non obat resep untuk pasar Filipina.
“Kalbe terus berinovasi untuk menyediakan produk dan layanan kesehatan yang berkualitas serta terus melebarkan sayap ke pasar global dengan terus melakukan ekspor produk-produk yang menjadi andalan Kalbe,” kata Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk Vidjongtius, melalui siaran persnya pada Rabu (18/5/2022).
Pendirian perusahaan joint venture dilakukan sebagai bagian dari strategi penetrasi pasar di masing-masing negara yang menjadi target market Kalbe.
Filipina menjadi negara tujuan karena dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki potensi sangat besar bagi pengembangan produk-produk Kalbe. Menurutnya, Kalbe International merasa perlu untuk memperkuat posisi Kalbe International di pasar produk kesehatan Filipina, khususnya produk non obat resep.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), perjanjian joint venture ini memiliki komposisi saham dengan saham kepemilikan Kalbe Internasional sebesar 60% dan Ecossential Foods Corp. sebesar 40%. Dalam hal operasional, Kalbe International akan bertanggung jawab terhadap jalannya operasional perusahaan joint venture tersebut.
Sebelumnya, Kalbe Farma pernah mengadakan perjanjian penyertaan modal pada PT Karya Hasta Dinamika (KHD) hasil joint venture bersama Shoalter Technology International Limited. Namun, perjanjian joint venture tersebut diakhiri pada Desember 2021 lalu.
Pengakhiran perjanjian ini disebabkan karena ketidakpastian dan keterbatasan mobilitas akibat adanya pandemi Covid-19, sehingga hal ini menimbulkan kendala dalam persiapan teknis yang dibutuhkan melakukan kerja sama strategis.
“Dengan mempertimbangkan ketidakpastian akibat pandemi Covid-19 terutama terkait pembatasan mobilitas, kami menginformasikan bahwa perusahaan dan Shoalter sepakat mengakhiri dan tidak melanjutkan perjanjian penyertaan saham tersebut,” ungkap Corporate Secretary Kalbe Farma, Lukito Kurniawan Gozali.
Pada dasarnya, pengakhiran perjanjian joint venture sama dengan pengakhiran perjanjian kerja sama pada umumnya, yaitu bisa terjadi karena adanya persetujuan masing-masing pihak untuk mengakhiri kerja sama, terjadinya wanprestasi oleh salah satu pihak yang menimbulkan pemutusan kerja sama, dan jangka waktu perjanjian yang telah berakhir
MH








































