Digitalisasi akan memperluas jaringan dan kemudahan bisnis bagi koperasi.
Kementerian Koperasi dan UKM mengambil langkah-langkah mempercepat terwujudnya koperasi modern melalui pengembangan digitalisasi koperasi. Salah satunya, menjajaki kolaborasi dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengimplementasikan digitalisasi koperasi.
Hal itu disampaikan Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Rulli Nuryanto usai mendampingi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki melakukan pertemuan dengan Direktur Utama BAKTI Anang Latif, pada Senin (17/02).
“Kemenkop dan UKM sedang mengembangkan modernisasi koperasi, artinya di era ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama anak muda, bahwa koperasi itu keren dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Tetapi, di sisi lain masih ada anggapan koperasi merupakan entitas yang ketinggalan jaman,” jelas Rulli.
Dalam pertemuan ini kedua pihak membahas bentuk pengembangan digitalisasi yang dapat diadopsi oleh koperasi. Digitalisasi ini diharapkan akan memudahkan berjalannya bisnis koperasi mulai dari meningkatkan pelayanan kepada anggota hingga menghubungkan produsen (petani) dan pembeli (offtaker) melalui sebuah aplikasi.
“Kedepan koperasi dapat memudahkan para anggotanya dan fokus bagaimana meningkatkan kualitas produksi sedangkan hal lainya seperti pemasaran biar koperasi yang handle dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi ini,” tutur Rulli.
Terkait program digitalisasi ini Anang Latif mengatakan sangat mendukung program Kemenkop dan UKM ini. Ia mengatakan digitalisasi akan memperluas jaringan dan kemudahan bisnis bagi koperasi Menurut Anang, pihaknya siap membantu koperasi dan UMKM dengan membangun jaringan teknologi hingga ke daerah dan melakukan pelatihan dan pendampingan.
Kemenkop dan UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melalukan pembahasan lebih lanjut untuk mencari bentuk digitalisasi yang paling efektif bagi koperasi dan UMKM. Anang juga mengatakan selama ini persepsi masyarakat terhadap koperasi dinilai hanya sebagai aktivitas bisnis sederhana, namun dengan menggabungkan akvitas bisnis koperasi dan teknologi niscaya hasilnya akan lebih kompetitif.
“Misalnya, koperasi yang sebelumnya melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) harus melakukan rapat, ke depan cukup dengan sistem digital,” ujarnya.
Anang juga mengatakan dengan teknologi, UMKM dan koperasi akan jauh lebih mudah menjual produknya dan bisa mendapatkan harga terbaik. Ia mencontohkan, komoditas pertanian daerah yang sebelumnya tidak bernilai ekonomi dengan bantuan teknologi pemasarannya dapat lebih luas.
PNJ








































