Krisis China Semakin Terasa, Fantasia Holding Turut Terancam Bangkrut

Krisis China Semakin Terasa, Fantasia Holding Turut Terancam Bangkrut

Krisis China Semakin Terasa, Fantasia Holding Turut Terancam Bangkrut

Terlilit hutang 149 juta US Dollar, Fantasia terima permohonan penutupan utang dari kreditur.

Fantasia Holding Group memberikan keterangan bahwa anak perusahaan utamanya tengah menghadapi permohonan penutupan (winding up petition) yang diajukan oleh kreditur.

Winding up petition merupakan permohonan yang dapat diajukan kreditur ke pengadilan untuk memaksa debitur melikuidasi asetnya sehingga dapat melakukan pembayaran kembali pinjaman. Apabila permohonan tersebut dikabulkan, maka perusahaan dapat mengalami kebangkrutan.

Permohonan diajukan atas pinjaman sebesar 149 juta US Dollar dimana Fantasia Investment Holdings berperan sebagai penjamin.

Mengatasi hal ini, pada Senin (29/11) perusahaan telah menangguhkan sementara perdagangan saham. Nantinya, pada Kamis (2/12), petisi penutupan akan diajukan terhadap unit yang terkait dengan pinjaman yang belum dibayar.

Saat ini, Fantasia Holding diketahui memang tengah menghadapi krisis keuangan atas tunggakan utang perusahaan dan termasuk perusahaan yang telah mengalami gagal bayar (default).

Sebelumnya, pada awal bulan Oktober perusahaan resmi distampel Restricted Default oleh Flitch karena gagal melunasi senior notes sebesar 206 juta dollar yang jatuh tempo pada 4 Oktober 2021.

Krisis keuangan ini tidak hanya menimpa Fantasia Holding Group, tetapi juga industri properti China secara umum. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu perusahaan pengembang terbesar di China Evergrande juga sedang terlilit kewajiban pembayaran utang.

 

PNW

Dipromosikan