Penjualan Bandara Kualanamu Ke India? Pahami Perbedaan Kerjasama dan Penjualan

Penjualan Bandara Kualanamu Ke India Pahami Perbedaan Kerjasama dan Penjualan
Image Source by sindonews.com

Penjualan Bandara Kualanamu Ke India? Pahami Perbedaan Kerjasama dan Penjualan

“Skema yang dipakai dalam kerja sama Bandara Kualanamu adalah BOT, sehingga seluruh aset GMR Airport akan dikembalikan ketika kerja sama berakhir.”

Berita dijualnya Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara ke India adalah hoaks. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi kemudian mengatakan bahwa hal tersebut hanyalah akal-akalan masyarakat dalam mengarang cerita sehingga heboh.

“Di-counter itu isu, tangkis. Kita kan terlalu pandai ulok (bicara). Dia lupa kalau kita raja ulok,” ucap Edy.

Edy sendiri menghimbau masyarakat untuk stop menyebar berita penjualan Bandara Kualanamu kepada pihak asing. Di lain hal, Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris mengatakan bahwa tidak ada penjualan Bandara Kualanamu ke pihak manapun. Haris meluruskan bahwa masuknya GMR Airport dari India semata-mata merupakan kerja sama semata-mata hanya untuk pengelolaan area komersil penerbangan.

Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis PT Angkasa Pura II Armand Hermawan menjelaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada expansion the traffic, equity partnership dan expertise sharing. Sementara itu menurut Direktur Operasi dan Layanan PT Angkasa Pura II Muhamad Wasid mengatakan kemitraan strategis ini juga mendatangkan expertise sharing atau alih teknologi dan keahlian dalam pengoperasian bandara serta pelayanan kelas dunia.

Oleh karenanya, Bandara Kualanamu nantinya akan dipegang oleh Joint Venture Company berupa PT. Angkasa Pura Aviasi yang sahamnya dengan nominal 51% dimiliki oleh PT. Angkasa Pura II. Sedangkan 49% saham dari PT. Angkasa Pura Aviasi akan dimiliki oleh GMR Airport. Dengan model bisnis seperti ini, maka PT. Angkasa Pura II selaku perusahaan dalam negeri tetap memiliki kendali mayoritas terhadap kebijakan perusahaan. Sehingga, Haris menegaskan 100% aset Bandara Kualanamu merupakan milik PT. Angkasa Pura II

“Makanya kita membutuhkan kerja sama dengan GMR Airport yang nanti bisa membawa traffic ke Bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional” Jelas Haris.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menegaskan bahwa skema kerja sama yang dipakai pada Bandara Kualanamu adalah built operate transfer (BOT). Sehingga, apabila kerja sama telah selesai, maka segala aset akan dikembalikan lagi kepada PT. Angkasa Pura II.

Mengapa Mau Kerja Sama?

Sebelumnya, GMR Airports Consortium resmi masuk dalam pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. PT AP II akan melakukan kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini selama 25 tahun ke depan.

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan skema kerja sama kemitraan strategis untuk pengembangan bandara ini memiliki nilai investasi kerja sama sekitar USD 6 miliar atau sekitar Rp 85,2 triliun. Termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp 15 triliun.

Arya Sinulingga kemudian menjelaskan bahwa keuntungan yang didapatkan oleh PT. Angkasa Pura II adalah sebesar Rp1,4 triliun. “Apa keuntungan yang didapat oleh Angkasa Pura? Mereka dibayar Rp1,4 triliun kemudian dari GMR serta ada pembangunan dan pengembangan Kualanamu sebesar Rp56 triliun,” sambungnya.

Diharapkan dengan kerja sama ini, pengunjung pada Bandara Kualanamu akan menjadi 54 juta pada 25 tahun mendatang.

 

AN

Dipromosikan