Kuatkan Efisiensi, Pertamina Jalin Kerja Sama Dengan PGN
“Pertamina menjadi tidak perlu untuk membangun beberapa infrastruktur yang sekiranya dapat menurunkan capital expenditure.”
PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) resmi menandatangani Head of Agreement (HoA) kerja sama penyediaan gas bumi di Grass Root Refinery (GRR) di Tuban pada Senin lalu. Adanya kerja sama ini menandakan bahwa PGN akan mengakomodir infrastruktur penunjang untuk penjualan gas ke PRPP, baik melalui Land Based LNG Terminal maupun Pipeline & Stations.
“Dengan kita sudah memproduksi petrochemical, maka ini menjadi strategi bisnis Pertamina dalam menghadapi transisi energi ke depan,” ujar Nicke Widyawati, Direktur Utama PT Pertamina.
Pertamina menurutnya menjadi tidak perlu untuk membangun beberapa infrastruktur yang sekiranya dapat menurunkan capital expenditure. Hal ini disebabkan bahwa melalui kerjasama ini dapat mengoptimalkan utility yang sudah ada di grup.
“Kita juga tetap berharap dapat mendorong efisiensi, karena pada akhirnya ketika efisiensi terjadi akan meningkatkan profitability dan dikonsolidasikan ke Pertamina Group. Ini langkah untuk membesarkan Pertamina Group lebih kuat ke depan,” tambah Nicke.
Mendukung pendapat tersebut, menurut Mulyono, kerjasama Pertamina dan PGN dalam membangun pipa tersebut dinilai dapat mengurangi biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk pembangunan tiga tangki GRR Tuban dan dua jetty.
Sementara itu, Haryo Yunianto menambahkan, PGN akan menindaklanjuti sesegera mungkin dalam perjanjian definitif dan bakal saling mendukung antar subholding di Pertamina untuk mengakselerasi penyelesaian on track proyek GRR Tuban.
Dengan volume kebutuhan gas sebesar 227 BBTUD pada 2027 dan 351 BBTUD pada 2028 sampai 2046, Haryo menegaskan bahwa PGN berkomitmen penuh sebagai aggregator pemenuhan energi gas bumi ke GRR Tuban.
Adapun menurut Reizaldy, perkembangan situasi global yang terjadi saat ini dipastikan tidak akan mempengaruhi proses pembangunan kilang GRR Tuban. Ia memproyeksikan bahwa kilang GRR Tuban ini akan dapat mulai beroperasi akhir 2027 mendatang.
Penandatanganan ini dilakukan oleh CEO Subholding Gas PT PGN Tbk, M. Haryo Yunianto, President Director PRPP, Reizaldi Gustino, dan Director of Finance & General Support PRPP, Pavel Vagero, disaksikan oleh Direktur Utama PT Pertamina, Nicke Widyawati, dan Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina, Mulyono.
AA








































