Laba BNI Merosot 41,6% Akibat Pandemi Covid-19
Pandemi corona (Covid-19) menekan banyak industri, termasuk perbankan. Bank-bank yang sudah mengumumkan laporan keuangan mengalami penurunan kinerja. Hal ini juga menimpa Bank BNI.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatatkan penurunan laba sepanjang semester I-2020, pertumbuhan laba bank berlogo angka 46 ini turun 41,6% year on year (yoy) menjadi Rp 4,45 triliun dibandingkan semester I-2019 senilai Rp 7,63 triliun.
Direktur Keuangan BNI, Sigit Prastowo dalam jumpa pers virtual, Selasa (18/8) menuturkan, bahwa pandemi mengakibatkan penurunan laba, tertundanya pembayaran pokok dan bunga, termasuk melalui stimulus restrukturisasi kredit. “Kita harus membentuk tambahan CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai) yang besar, kita memproyeksikan profit kita akan tergerus signifikan karena dua hal tersebut. Kedepan kita maintain laba tetap positif tentunya tidak lebih besar dari tahun sebelumnya,” kata Sigit.
Sigit juga mengungkapkan, perseroan mengalami penundaan pembayaran pokok dan bunga kredit yang berakibat pada Net Interest Margin (NIM) turun menjadi 4,5 persen pada semester I tahun 2020 dibandingkan 4,9 persen pada periode sama tahun lalu. Meski begitu, Direktur Layanan dan Jaringan BNI Adi Sulistyowati mengatakan total asset perseroan mengalami pertumbuhan 4,4 persen YoY sebesar Rp 880,12 triliun, naik dibanding periode sama tahun lalu Rp 843,21 triliun.
Selain itu, Bank BNI juga telah menyalurkan kredit sebesar Rp 27,5 triliun di pada semester pertama 2020. Dan pertumbuhan kredit dikontribusi oleh kredit korporasi swasta yang tumbuh 12,6 persen YoY, yakni Rp 196,32 triliun dibanding periode sama tahun lalu, Rp 174,3 triliun. Kemudian Kredit pada Korporasi BUMN juga tumbuh 6,1 persen YoY, yakni Rp 117,8 triliun atau naik dibanding periode sama tahun lalu, dari Rp 111,04 triliun.
Adapun Kredit Segmen Kecil dan Konsumer juga menunjukkan pertumbuhan, masing-masing sebesar 3,4 persen YoY dan 3,9 persen YoY. Pertumbuhan kredit pada segmen kecil terutama berasal dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan kredit di bawah Rp 10 miliar, sedangkan kredit konsumer berasal dari mortgage dan payroll loan.
TM








































