Peluncuran Platform Digital Kolaborasi 9 BUMN Perkuat Pertumbuhan UMKM

Peluncuran Platform Digital Kolaborasi 9 BUMN Perkuat Pertumbuhan UMKM

Peluncuran Platform Digital Kolaborasi 9 BUMN Perkuat Pertumbuhan UMKM

Pasar Digital (PaDi) UMKM menjadi salah satu harapan Kementerian BUMN guna meningkatkan gairah ekonomi masyarakat dan mengembangkan usaha para pelaku UMKM agar tetap produktif.

Menteri BUMN Erick Thohir resmi meluncurkan sebuah platform digital hasil kerjasama Kementerian BUMN dengan Telkom, Pertamina, Pupuk Indonesia, Waskita Karya, Wijaya Karya, PP (Pembangunan Perumahan), BRI, Pegadaian dan PNM (Permodalan Nasional Madani). Platform ini diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2020 bersamaan dengan hari ulang tahun Republik Indonesia ke-75. Erick Thohir menilai bahwa kehadiran platform digital ini dapat memperluas ekosistem UMKM di Indonesia.

“BUMN memiliki peran penting yang salah satunya dapat diwujudkan melalui UMKM ini. Ditambah lagi apabila platform tersebut dikoneksikan dengan Bela Pengadaan dan Laman UKM, maka saya yakin akan semakin memperluas ekosistem bagi UMKM,” ujar Erick Thohir dalam acara Konferensi Pers peresmian Pasar Digital UMKM di Jakarta, Senin (17/8).

Erick Thohir juga berpendapat bahwa PaDi UMKM ini akan memberikan berbagai kemudahan dan keuntungan bagi para pelaku usaha, seperti e-commerce yang berkembang hingga ke skala nasional maupun global, pembiayaan dan permodalan semakin mudah didapatkan dari berbagai pihak, dan insight bagi UKM guna meningkatkan kualitas produk. Platform digital ini memang dikhususkan sasarannya untuk mendorong semangat UMKM mengingat mereka adalah salah satu instrumen penting ekonomi Indonesia, sehingga diharapkan pemulihan ekonomi nasional dapat bergerak lebih cepat.

Dia juga menambahkan bagi pemerintah adanya UMKM ini dianggap membawa keuntungan tersendiri, yakni memudahkan pembelanjaan kebutuhan kantor dengan penjual yang terverifikasi dan memiliki proses pengadaan barang dan jasa yang jelas. Selain itu, dapat menjadi pembuktian bahwa BUMN mendukung keberlangsungan dan keberlanjutan usaha rakyat melalui peningkatan penyerapan produk UMKM.

“Ini adalah bukti nyata pemerintah berpihak kepada UMKM agar mereka bisa memperluas pasar sekaligus belajar untuk bisa lebih profesional atau naik kelas baik dari segi kualitas ataupun pengelolaan usaha.” katanya.

Program penyediaan untuk pendanaan dan permodalan UMKM di fase awal berjalannya platform digital ini akan disediakan oleh BRI, Pegadaian dan PNM. Kemudian untuk pengelola informasi terpusat dan layanan pemasaran business-to-business (B2B) akan dilaksanakan oleh Telkom. Proses penandatanganan MoU dilakukan secara digital dan difasilitasi oleh PERURI bekerjasama dengan privy.id yang merupakan start-up dibawah naungan Telkom.

Proses bertransaksi dan berbelanja di platform ini pun diklaim akan cepat, transparan dan efisien sehingga tidak akan membuat pihak penjual ataupun pembeli merasa kesulitan. Hingga saat ini, jumlah UMKM yang bergabung dalam PaDi UMKM sudah mencapai 56.000 dan akan terus bertambah mengingat di Indonesia sendiri ada sekitar lebih dari 60 juta pelaku UMKM. 

 

DD

Dipromosikan