Langkah PT PAL Indonesia (Persero) Dalam Memitigasi Pandemi Covid-19
Dalam strateginya, PT PAL Indonesia terus menjalankan proyek-proyek strategis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi pekerjanya.
Tidak dapat dihindari pandemi covid-19 telah meredupkan industri-industri di tanah air, salah satunya industri perkapalan. Walaupun demikian, proyek di industri perkapalan dalam negeri harus terus berjalan dengan upaya mitigasi. Salah satu industri perkapalan dalam negeri yang terkena dampaknya adalah PT PAL Indonesia. Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh menuturkan bahwa langkah yang dilakukan untuk bertahan dalam pandemi ini adalah dengan terus mengawal penyelesaian proyek-proyek strategis yang tengah dikerjakan.
Adapun PT PAL Indonesia terus mengupayakan kelangsungan sumber daya manusianya yaitu dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan pekerjanya. Hal ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan bagi pekerjanya.
“Seluruh proyek saat ini dikerjakan secara normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tutur Budiman dalam keterangan tertulis pada Selasa (18/8).
Budiman menyebutkan bahwa proyek yang tengah dikerjakan oleh PT PAL Indonesia berpotensi menimbulkan multiplier effect ekonomi yang luar biasa. Ia menilai proyek pembangunan alat utama sistem persenjataan (alutsista) maupun non alutsista yang tengah dikerjakan ini melibatkan pekerja dengan tier 1 dan perusahaan pemasok komponen dan bahan baku kapal dengan tier 2.
Berdasarkan perhitungan Budiman, proyek ini dikerjakan oleh 3.000 pekerja yang terdiri dari karyawan organik dan mitra kerja PT PAL Indonesia. Budiman juga mengatakan multiplier effect ekonomi ini tidak akan tercapai apabila proyek pembangunan alutsista maupun non alutsista ini dikerjakan di luar negeri.
“PT PAL Indonesia (Persero) mengapresiasi kepercayaan yang selalu diberikan pemerintah, khususnya Kementerian Pertahanan dan TNI AL dalam proyek-proyek pembangunan alutsista,” ucap Budiman.
Perlu diketahui PT PAL Indonesia (Persero) tengah mengerjakan proyek pembangunan kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) pertama TNI AL sekaligus telah mendapatkan kontrak pembangunan kapal BRS kedua pada 16 Maret 2020 lalu. Kapal BRS ini nantinya akan difungsikan sebagai pendukung operasi militer dan operasi non militer yaitu untuk bantuan kemanusiaan, tanggap bencana, dan sebagainya.
TNI AL kerap menggunakan jasa PT PAL Indonesia dalam proyek pembangunan kapal-kapal bantuan. PT PAL Indonesia telah memproduksi kapal untuk TNI AL kapal Landing Platform Dock (LPD) KRI Semarang-594 yang dioperasikan untuk kapal BRS di masa pandemi ini.
KRI Semarang-594 tercatat telah melakukan operasi kemanusiaan diantaranya penjemputan 188 WNI Anak Buah Kapal (ABK) World Dream di Pulau Sebaru. KRI Semarang-594 berangkat dari Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu menuju Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok membawa ABK World Dream yang telah diobservasi tidak terdampak covid-19. Operasi ini dilakukan oleh TNI AL pada 14 Maret 2020 lalu.
AR.








































