Menteri ESDM: Perusahaan Tambang Yang Gunakan BBM Subsidi, Akan Ditindak Tegas
“Menteri ESDM melakukan pengawasan dan pengendalian guna mencegah kelangkaan, antrean dan potensi penyalahgunaan BBM serta akan menindak tegas perusahaan tambang yang gunakan BBM Subsidi.”
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif menyatakan akan menjerat penyelewengan solar subsidi terutama bagi truk-truk dari perusahaan tambang.
“Kami akan mendisiplinkan itu, terutama truk-truk dari perusahaan tambang. Melalui Direktorat Mineral dan Batubara, kami akan menghimbau mereka untuk tidak menggunakan BBM Subsidi, jika tidak dihiraukan akan kami berikan tindakan tegas,” ujarnya dikutip dari website esdm.go.id (8/4).
Menteri ESDM melalui Siaran Pers No. 147.Pers/04/SJI/2020 tertanggal 7 April 2022 juga telah melakukan pengawasan dan pengendalian BBM Bersubsidi di 9 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Dengan dilakukannya pengawasan dan pengendalian BBM tersebut diharapkan dapat mencegah kelangkaan, antrean dan potensi penyalahgunaan selama bulan Ramadhan dan idul fitri.
“Kita mengantisipasi permintaan yang meningkat karena kegiatan ekonomi yang juga meningkat. InshaAllah untuk bulan ramadan dan idul fitri juga cukup. Bahkan kalau diperlukan ditambah 10%,” kata Arifin.
Arifin Tasrif juga menegaskan bahwa BBM bersubsidi harus terus diawasi sehingga peruntukannya akan sesuai dengan aturan yang ada.
“Kalau (penyaluran BBM bersubsidi) itu bisa dikontrol maka dana subsidi bisa dipergunakan untuk pembangunan ekonomi negara kita, jadi karena itu kita meminta kesadaran semua pihak untuk menggunakan BBM yang memang sesuai dengan peruntukannya,” tambah Arifin.
Gandeng Aparat
Bukan hanya Menteri ESDM yang melakukan upaya pencegahan penyelewengan BBM bersubsidi, Pertamina juga ikut serta. Pekan lalu (3/4) Pertamina menggandeng Polres Sukabumi dan Polres Sukabumi Kota, Jawa Barat untuk melakukan pengawasan di setiap SPBU guna mengantisipasi penyalahgunaan BBM bersubsidi di tengah-tengah tingginya permintaan.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Sales Branch Manager Sukabumi PT Pertamina Andi Arifin pada hari Minggu lalu (3/4).
“Kami bersama pihak kepolisian meningkatkan pengawasan di setiap SPBU sebagai langkah antisipasi terjadinya tindak pidana penyalahgunaan BBM subsidi di tengah kondisi permintaan yang melonjak saat ini,” ujarnya dikutip dari Antara (8/4).
Kondisi terkini (8/4), solar subsidi mendadak langka dan membuat antrian truk membludak di sejumlah SPBU di daerah mulai dari Sumatera Utara, Palembang hingga Jawa Timur.
VWS








































