Metaverse Bank Sebagai Transformasi Perbankan Dunia

Metaverse Bank Sebagai Transformasi Perbankan Dunia

Metaverse Bank Sebagai Transformasi Perbankan Dunia

“Metaverse Bank sebagai terobosan sektor perbankan yang menjangkau nasabah baru yang tidak dapat pergi ke cabang dan masih menawarkan pengalaman yang imersif.”

Keputusan CEO Facebook, Mark Zuckerberg mengganti nama Facebook menjadi Meta pada tahun lalu menjadi babak baru dunia virtual yang disebut sebagai metaverse. 

Metaverse merupakan  bentuk realitas fisik, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan mata uang digital yang memungkinkan individu untuk berinteraksi satu sama lain secara virtual di dunia maya. Singkatnya metaverse ini adalah ruang virtual yang dapat diciptakan dan dijelajahi dengan pengguna lain tanpa bertemu di ruang yang sama.

Dengan adanya metaverse beberapa lembaga perbankan juga tertarik untuk menggunakan teknologi tersebut di sektor perbankan. Beberapa bank seperti KB Kookmin Bank, Industrial Bank of Korea, NH Nonghyup dan Hana Bank yang merupakan bank di Korea Selatan menyatakan telah masuk ke metaverse untuk meningkatkan pelayanan pada nasabah.

Bukan hanya itu, Bank of America, BNP Paribas, Bank of Kuwait dan Mercobank juga mengikuti jejak bank yang ada di Korea Selatan tersebut.

Perbedaan bank digital dengan metaverse bank

Konsep bank digital saat ini adalah bank yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usahanya melalui saluran elektronik tanpa adanya kantor fisik selain kantor pusat atau dapat menggunakan kantor fisik yang terbatas. Lain halnya dengan metaverse bank dimana bank tersebut dapat menjangkau orang di dunia virtual serta pelayanannya dimungkinkan menggunakan teknologi berbasis virtual reality.

Andes Rizky Founder serta managing director Shinta VR dalam Webinar “Banking in Metaverse: a Hype or Real?” menyatakan bahwa bank dapat mencoba menjangkau nasabah baru yang tidak dapat pergi ke cabang dan masih menawarkan pengalaman yang imersif.

Pengalaman imersif mampu mengaburkan batasan antara dunia nyata dan dunia digital atau dunia simulasi, sehingga penggunaanya bisa merasakan suasana yang mirip dengan dunia nyata. 

“Di metaverse aktivitas transaksi sederhana seperti pengiriman uang dapat dikelola di jendela teller bisa juga diwujudkan, sementara avatar karyawan di dalam ruang VIP virtual dapat membantu klien menganalisis atau merancang portofolio investasi bagi pelanggan. hal tersebut dapat menjadi new experience tersendiri bagi nasabah,” ujar Andes, dikutip dari sorogan. (26/1)

Kemudian Bayu Prawira Hie, Pakar Transformasi Digital menyatakan bahwa perbankan tertarik menggunakan teknologi karena suatu tuntutan perkembangan zaman.

“Karena tuntutan perkembangan zaman memang seperti itu. Saya yakin akan banyak bank di Indonesia yang akan masuk ke metaverse. Sekarang ini banyak milenial dan anak-anak muda yang uangnya banyak dan menjadi nasabah prioritas atau bahkan private banking. Metaverse adalah pilihan yang tepat bagi bank untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah prioritas atau private banking,” ujarnya dalam webinar “Banking in Metaverse: a Hype or Real?”. (26/1)

 

VWS

Dipromosikan