Pasar Kripto Anjlok, OpenSea PHK Karyawannya
“OpenSea melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) setidaknya 20% dari total jumlah pekerjanya saat ini dikarenakan penurunan di pasar kripto.”
Salah satu perusahaan NFT terbesar di dunia, OpenSea, baru saja melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) setidaknya 20% dari total jumlah pekerjanya saat ini. Hal ini dikarenakan gelombang penurunan di pasar kripto yang akhir-akhir ini sedang melanda menyebabkan performa bisnis OpenSea kian menurun sehingga harus mem-PHK karyawannya.
CEO OpenSea, Devin Finzer melalui akun Twitternya, mengatakan perusahaannya akan memangkas sekitar 20 persen karyawan. Namun, ia tidak merinci berapa karyawan yang terdampak PHK dari persentase tersebut. Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Forbes, dikabarkan OpenSea akan menghentikan lebih dari 70 orang karyawannya.
“Kami memasuki kombinasi musim dingin kripto yang belum pernah terjadi sebelumnya dan ketidakstabilan ekonomi makro yang luas. Kami perlu mempersiapkan perusahaan akan kemungkinan kemunduran yang berkepanjangan,” kata Finzer dalam pernyataannya.
Dengan keputusan tersebut, OpenSea yakin mampu bertahan setidaknya 5 tahun ke depan jika tantangan bisnis di dunia kripto tidak kunjung menunjukkan tren positif.
“Perubahan yang kami buat hari ini menempatkan kami pada posisi untuk mempertahankan perusahaan dalam beberapa tahun di bawah berbagai skenario musim dingin kripto (5 tahun pada volume saat ini), dan memberi kami keyakinan tinggi bahwa kami hanya perlu melalui proses ini satu kali,” ujar Finzer.
Finzer juga menyatakan bahwa karyawan OpenSea yang terkena dampak akan mendapatkan pesangon sekaligus mendapatkan perawatan kesehatan yang mencakup perawatan kesehatan hingga tahun 2023.
Sejak tahun 2021 lalu, memang dikabarkan pasar kripto sedang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang disajikan oleh Market Watch, sejumlah besar harga kripto mengalami penurunan hingga lebih dari 70 persen.
MH








































