Pemerintah Tunjuk BNI Sebagai Bank Penyalur Insentif Kartu Pra Kerja dan Pembayaran Digital

Pemerintah Tunjuk BNI Sebagai Bank Penyalur Insentif Kartu Pra Kerja dan Pembayaran Digital

Pemerintah Tunjuk BNI Sebagai Bank Penyalur Insentif Kartu Pra Kerja dan Pembayaran Digital

Salah satu peran strategis BNI yaitu membukakan rekening marketplace dan perusahaan digital payment yang menjadi mitra kerja pemerintah dalam menyalurkan insentif kartu pra kerja

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) resmi ditunjuk pemerintah sebagai perbankan yang mengurusi pembayaran insentif kartu pra kerja. Sebagai digital banking partner, BNI akan memberikan insentif pelatihan, survei, maupun sistem cash manajemen yang terintegrasi dengan Project Management Office (PMO).

Menurut Direktur Layanan dan Jaringan BNI, Adi Sulistyowati, hal ini sebagai langkah nyata pihaknya dalam membantu masyarakat yang terkena dampak wabah Covid-19.

“Guna mensukseskan program kartu pra kerja, BNI berperan sebagai pengelola aliran dana kartu pra kerja atau penyedia jasa cash management, mengelola pembayaran insentif dan uang survei peserta kartu prakerja, juga mengelola pembayaran Insentif Pelatihan,” ujar Adi kepada wartawan, Minggu (12/4) lalu. Adi menuturkan, adapun peran strategis BNI dalam hal ini antara lain:

Pertama, BNI menjadi bank yang membukakan rekening bagi peserta kartu pra kerja, yaitu calon pencari kerja dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kedua, membukakan rekening bagi Lembaga atau Balai Pelatihan, yaitu Balai Latihan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, (BLK-3), Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN), dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Ketiga, membukakan rekening marketplace dan perusahaan digital payment yang menjadi mitra kerja pemerintah dalam menyalurkan insentif kartu prakerja.

Ia mengungkapkan, program kartu pra kerja adalah program pengembangan kompetensi kerja yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja atau buruh yang terkena pemutusan hubungan kerja, dan atau pekerja atau buruh yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Untuk mengikuti program ini, masyarakat harus mendaftar situs resmi program, yaitu www.prakerja.go.id dan nanti ada persetujuan dari PMO. Apabila pendaftar sudah disetujui sebagai peserta Program Kartu Pra Kerja, pembayaran insentif pelatihan dan uang survei dapat dilakukan melalui rekening BNI, atau OVO, dan Link Aja. Pembayaran insentif dilakukan setelah peserta menyelesaikan proses pelatihan atau kursusnya.

“Sebagai official digital banking partner program kartu pra kerja, BNI berperan menyelenggarakan cash management system, melakukan pembayaran manfaat untuk marketplace, pembayaran insentif peserta, hingga pembayaran ke BLK dan LPK. BNI juga memberikan kemudahan kepada para pencari kerja yang belum memiliki rekening dengan berbagai kemudahan dan penawaran special,” tutupnya.

Kesulitan Melakukan Pendaftaran

Beberapa saat setelah dibuka pendaftaran, ternyata warga banyak mengeluhkan sulitnya melakukan pendaftaran. Warga pun berbondong-bondong menyampaikan kritik di sosial media Kemenko Perekonomian termasuk juga akun Airlangga baik di Twitter maupun Instagram. Di Twitter misalnya, akun @bro_moel mengatakan dirinya tak bisa masuk untuk mendaftar prakerja.go.id. “Pak tdk bisa masuk daftar mhn petunjuknya,” cuit Moel. Netizen lainnya, Arief Hidayat pun mengeluhkan server yang bermasalah. “Server kewalahan pak.. Tolong di upgrade lagi” timpal akun @RacoenPeace.

Respon Pemerintah

Merespons hal itu, Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Pra Kerja, Panji Winanteya Ruky menyampaikan, pihaknya tak menyangkal adanya animo yang luar biasa dari masyarakat terkait peluncuran kartu prakerja. Bahkan, sejak sepekan kemarin, situs resmi Prakerja telah dikunjungi oleh jutaan pengunjung.

“Ratusan ribu pendaftar masuk bersamaan sejak dibuka tadi malam. Perlu kami sampaikan, telah banyak yang berhasil menyelesaikan sampai gelombang pendaftaran,” ujarnya, Minggu (12/4), dikutip dari kumparan.com.

Panji mengatakan, menyoal adanya kendala bagi warga untuk mengakses situs kartu pra kerja tersebut, pihaknya pun mengaku akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kapasitas pelayanan.

Ia pun menyarankan agar para pendaftar kartu pra kerja yang mengalami kesulitan dapat mencoba kembali mendaftar. Selain itu, ia pun mengingatkan agar para pendaftar dapat melengkapi data diri terutama NIK dan foto sesuai hingga memastikan koneksi internet stabil. Terkait pendaftaran, pihaknya menjamin terbuka 24 jam 7 hari seminggu.

“Kami pastikan Tim Manajemen Pelaksana yang baru berumur 3 minggu ini bekerja pagi siang malam untuk meningkatkan kapasitas, keandalan dan keamanan layanan. Kami memohon kesabarannya,” tukasnya.

Syarat dan Insentif yang diterima

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto telah resmi membuka pendaftaran program kartu pra kerja pada hari  Sabtu (11/4/) lalu. Menurut Airlangga, pendaftaran kartu prakerja bisa dilakukan oleh setiap tenaga kerja yang berada di seluruh kawasan di Indonesia. Hal ini berbeda dengan rencana awal, yaitu di tahap pertama, program Kartu Prakerja hanya difokuskan untuk empat wilayah, yaitu Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

“Ini sudah berubah, dengan sistem online makanya open acces dan karena sifatnya digital dari manapun bisa,” ujarnya press release terkait peluncuran program kartu pra kerja di Jakarta.

Lebih lanjut, Airlangga menjelaskan, adapun untuk beberapa syarat yang harus dipenuhi dalam proses pendaftaran kartu pra kerja di antaranya adalah WNI berusia di atas 18 tahun, tidak sedang menjalani pendidikan formal, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan, dan diprioritaskan untuk pencari kerja usia muda.

Ia menuturkan, untuk gelombang pertama yang dibuka hari ini, pemerintah setidaknya akan merekrut 164.000 peserta. Pendaftaran program andalan Presiden Joko Widodo ketika kampanye ini akan dibuka hingga Kamis (16/4) pukul 16.00 WIB.

“Setelah pukul 16.00 WIB akan dibuka ke gelombang berikutnya. Sehingga untuk pengumuman peserta pendaftaran pertama akan diberitahukan Jumat 17 April 2020,” jelasnya

Airlangga menerangkan, setiap peserta nantinya akan mendapatkan manfaat sebesar Rp 3,550 Juta yang dikirimkan bertahap selama empat bulan. Jika dirinci, manfaat tersebut terdiri atas biaya pelatihan Rp 1 Juta, insentif setelah menuntaskan pelatihan Rp 2,4 Juta yang akan diberikan Rp 600 Ribu setiap bulan selama empat bulan, dan insentif survei sebesar Rp 150 Ribu (masing-masing Rp 50 Ribu untuk tiga kali survei).

Insentif akan disalurkan melalui rekening e-wallet atau rekening bank peserta yang telah didaftarkan di akun www.prakerja.go.id. Insentif akan disalurkan secara bertahap, peserta dapat mengecek statusnya di dashboard akun masing-masing.

“Penting dicatat peserta bisa mengambil pelatihan selanjutnya bila sudah menuntaskan pelatihan pertama. Bantuan pelatihan pun akan hangus dalam 30 hari jika setelah ditetapkan sebagai penerima peserta belum menggunakan Kartu Pra Kerja untuk pelatihan,” tutup Airlangga.

SF

Dipromosikan