Saham Chairul Tanjung di Garuda akan ‘Terdilusi’, Ternyata Ini Penyebabnya!

Saham Chairul Tanjung di Garuda akan 'Terdilusi', Ternyata Ini Penyebabnya!
Image Source by VOI

Saham Chairul Tanjung di Garuda akan ‘Terdilusi’, Ternyata Ini Penyebabnya!

“Dalam suatu aksi penambahan modal perusahaan memang terdapat kemungkinan kan terjadinya dilusi kepemilikan saham dari para pemegang sahamnya.”

Baru-baru ini, tersiar kabar bahwa Chairul Tanjung melalui PT Trans Airways tidak ikut berpartisipasi dalam rights issue yang dilakukan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pria yang kerap disapa CT ini diketahui tidak mengambil jatah hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dalam aksi korporasi ini.

Sehingga, saham CT di Garuda Indonesia diketahui dapat terdilusi menjadi 6,33 persen. “Trans Airways tidak melakukan exercise saham ini sehingga tentu saja ada konsekuensinya, Trans Airways ini tidak berpartisipasi dalam rights issue kali ini,” jelas Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam paparan publik insidentil, Selasa (27/12/2022).

Dilansir situs Binus Business Law, dalam suatu aksi penambahan modal perusahaan memang terdapat kemungkinan terjadinya dilusi kepemilikan saham dari para pemegang sahamnya.  Dilusi saham diartikan sebagai berkurangnya jumlah saham yang dimiliki pemegang saham sebagai akibat pemegang saham yang menolak untuk menambahkan modalnya, sementara pemegang saham lainnya menyetujuinya dengan menyetorkan modal sebagai penambahan modal ke dalam struktur modal perusahaan dengan bertambah kepemilikan sahamnya.

Menanggapi hal ini, Irfan menjelaskan bahwa memang porsi rights issue garuda tidak semua ambil semuanya oleh publik. Hal ini disebabkan rights issue ini merupakan bagian dari pemerintah menyuntikan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp7,5 triliun.

“Saya tidak ingin katakan tertarik atau tidak, data kami cukup besar yang mengikuti rights issue ini, tetapi memang bukan untuk publik, jadi pemegang saham Garuda saja, kami perkirakan atau berharap ketika semua proses ini selesai, suspensi dilepas, harga saham menjadi lebih bergairah,” ujar Irfan.

Adapun dilansir Bisnis, jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam rights issue ini sebanyak-banyaknya 63.210.504.593 saham atau 63,21 miliar saham. Rasio HMETD menjadi 10.000.000 berbanding 24.418.256. Dengan harga pelaksanaan HMETD Rp196 per saham. Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk melaksanakan HMETD, kepemilikannya dapat terdilusi sebesar maksimum 70,95 persen.

Dengan demikian, total saham baru yang diterbitkan Garuda Indonesia (GIAA) sebanyak-banyaknya mencapai 89.642.308.674 saham seri C atau 89,64 miliar. 

 

AA

Dipromosikan