Sarana Multigriya Finansial Terbitkan MTN Senilai Rp700 Miliar dengan Penawaran Kupon 6,5 Persen
“MTN tersebut direncanakan didistribusikan secara elektronis kepada pembeli pada 4 Agustus 2020. Kemudian, pembayaran bunga pertama akan digelar pada 4 November 2020 hingga jatuh tempo pada 14 Agustus 2021”.
PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menerbitkan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) IX senilai Rp700 Miliar. Surat utang ini dilepas dengan tingkat kupon 6,5 persen per tahun. Berdasarkan informasi dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Selasa (4/8) lalu, MTN tersebut berjangka waktu 370 hari dengan tingkat bunga 6,5 persen per tahun, yang mana pembayaran bunga akan dilakukan setiap tiga bulan sekali.
MTN tersebut akan didistribusikan secara elektronis kepada pembeli pada 4 Agustus 2020. Kemudian, pembayaran bunga pertama akan digelar pada 4 November 2020 hingga jatuh tempo pada 14 Agustus 2021. Adapun yang bertindak sebagai penata laksana penerbitan MTN tersebut adalah PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia. Sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bertindak sebagai agen pemantau.
Sebelumnya, Direktur SMF Trisnadi Yulrisman mengatakan, pihaknya berencana mengevaluasi penerbitan surat utang atau obligasi tahun ini. Menurutnya, penerbitan obligasi ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dana untuk penyaluran pinjaman pada masa pandemi Covid-19.
“Semula, perseroan menargetkan penerbitan obligasi sekitar Rp9,5 Triliun. Namun dengan adanya pandemi Covid-19, penerbitan obligasi kemungkinan dipangkas hingga 20 persen menjadi Rp8 Triliun,” katanya kepada wartawan, Senin (3/8) lalu.
Sebagai referensi, sampai semester I-2020, perseroan sudah menerbitkan obligasi sebesar Rp5,18 Triliun atau 54,13 persen dari target sebesar Rp9,5 Triliun. Sedangkan, penerbitan obligasi yang telah direalisasikan perseroan di awal semester II-2020 mencapai Rp2,45 Triliun pada pertengahan Juli 2020. Untuk semester II-2020 ini masih ada ruang untuk menerbitkan obligasi, karena kalau melihat realisasi pembiayaan dan liabilitas masih adanya gap.
Selain itu, sepanjang semester I-2020, SMF telah berhasil menyalurkan pinjaman kepada penyalur KPR sebesar Rp4,2 Triliun atau 32,23 persen dari target tahun 2020. Sedangkan total aset SMF sampai dengan semester I-2020 adalah sebesar Rp29,32 Triliun, naik 39,57 persen dari posisi yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp21 Triliun. Adapun, laba bersih di semester I tahun 2020 mencapai Rp242,53 Miliar, naik 0,62 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp241,03 Miliar.
SF








































