Siap Gelar RUPSLB, Wahana Interfood Nusantara Berencana Terbitkan MTN Senilai Rp100 Miliar

Siap Gelar RUPSLB, Wahana Interfood Nusantara Berencana Terbitkan MTN Senilai Rp100 Miliar

Siap Gelar RUPSLB, Wahana Interfood Nusantara Berencana Terbitkan MTN Senilai Rp100 Miliar

“Dengan penerbitan MTN tersebut, likuiditas jangka pendek perseroan diharapkan lebih kuat, kinerja operasi meningkat, dan perseroan bisa mengelola kebutuhan bahan baku produksi dengan lebih baik”.

Dilansir dari keterbukaan informasi BEI dirilis Rabu, (22/7) lalu, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) berencana menerbitkan efek bersifat utang, yaitu medium term notes (MTN) I senilai Rp100 Miliar. Adapun, dana hasil emisi tersebut akan digunakan untuk melunasi utang dan modal kerja. MTN ini rencananya dilepas dengan tenor tiga tahun dan tingkat bunga 12 persen per tahun tanpa jaminan khusus atau clean basis.

Dengan penerbitan MTN tersebut, likuiditas jangka pendek perseroan diharapkan lebih kuat, kinerja operasi meningkat, dan perseroan bisa mengelola kebutuhan bahan baku produksi dengan lebih baik.  Penerbitan MTN juga bertujuan untuk menambah sumber pendanaan jangka panjang dan mengurangi ketergantungan pada sumber pendanaan jangka pendek.

Penerbitan MTN ini akan dilakukan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham perseroan, karena aksi ini tergolong transaksi material. Penerbitan MTN dengan nilai pokok Rp100 Miliar merupakan 90,37 persen dari ekuitas perseroan yang mencapai Rp110,66 Miliar sehingga masuk dalam transaksi material. 

Wahana Interfood berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan penerbitan surat utang pada 27 Agustus 2020. Hingga kuartal I-2020, perseroan memiliki liabilitas jangka pendek sebesar Rp108,21 Miliar, lebih rendah dibandingkan liabilitas pada akhir 2019 yang mencapai Rp124,83 Miliar. Sementara liabilitas jangka panjang perseroan pada periode kuartal I-2020 mencapai Rp24,86 Miliar, meningkat dibandingkan dengan akhir 2019 yang mencapai Rp16,24 Miliar. 

Dengan kontribusi liabilitas jangka panjang dan liabilitas jangka pendek tersebut, total liabilitas perseroan pada kuartal I-2020 mencapai Rp133,08 Miliar. Sedangkan, aset perseroan mencapai Rp243,74 Miliar pada kuartal I-2020. Aset ini terdiri dari aset lancar yang mencapai Rp139,46 Miliar dan aset tidak lancar sebesar Rp104,27 Miliar. Kemudian, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 Miliar pada periode tiga bulan awal di 2020. Laba ini meningkat dibandingkan akhir 2019 yang mencapai Rp 1,12 Miliar. Peningkatan laba bersih ini bersumber dari penjualan bersih yang meningkat dari Rp19,93 Miliar pada akhir 2019 menjadi Rp 28,87 Miliar pada kuartal I-2020.

Hingga kuartal I-2020, saham Wahana Interfood paling banyak dimiliki oleh PT Inter Jaya Corpora sebanyak 44,19 persen dari total kepemilikan saham. Selanjutnya, PT Granali Budi Berjaya memiliki saham sebanyak 9,87 persen dan sisanya oleh publik sebanyak 45,22 persen. 

Sebelumnya, Granali Budi Berjaya melepas 4,83 juta unit saham Wahana Interfood sebanyak 4,83 juta unit. Granali Budi Berjaya melepas saham tersebut dengan harga Rp930 atau secara total transaksi mencapai Rp4,5 Miliar. Pelepasan saham tersebut membuat saham Granali Budi di Wahana Interfood menurun dari 60,12 juta unit saham atau 15,47 persen menjadi 55,28 juta unit saham atau 10,47 persen.

Sebagai referensi, PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) didirikan pada tanggal 15 Februari 2006 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2006. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan COCO adalah bergerak dalam bidang industri kakao, industri makanan dari coklat dan kembang gula, perdagangan besar gula, coklat, kembang gula, industri sirup, industri penggilingan aneka kacang (termasuk leguminous), industri pelumatan buah-buahan dan sayuran. Saat ini, kegiatan usaha utama COCO adalah menjalankan usaha yang bergerak di bidang produksi kakao dan coklat.

Pada tanggal 06 Maret 2019, COCO memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham COCO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 168.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp198,- per saham disertai dengan Waran Seri I sebanyak 56.000.000 dengan harga pelaksanaan Rp400,- per saham. Saham dan waran tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 20 Maret 2019.

 

SF

Dipromosikan