Dhanny Jauhar: Lawyer Indonesia yang Berhasil Menaklukan Persaingan Lintas Global

0
3372
Dhanny Jauhar: Lawyer Indonesia yang Berhasil Menaklukan Persaingan Lintas Global

Dhanny Jauhar: Lawyer Indonesia yang Berhasil Menaklukan Persaingan Lintas Global

Dhanny harus bersaing dengan ratusan pelamar dari seluruh penjuru dunia hingga akhirnya berhasil menjadi satu- satunya lawyer Indonesia yang bekerja sebagai seorang lawyer di Kuwait.

Pada masa awal merintis karirnya sebagai seorang lawyer, Dhanny Jauhar mengakui memiliki ketertarikan untuk menekuni hukum di bidang industri minyak bumi dan gas. Menurutnya pada saat itu masih sedikit lembaga pendidikan di Indonesia yang mengajarkan studi bidang minyak bumi dan gas. Dibawah bimbingan Ery Yunasri, founder dari kantor hukum Ery Yunasri & Partners, Dhanny dibimbing langsung untuk mendalami mengenai industri minyak bumi dan gas. 

Berbekal dua setengah tahun pengalaman bekerja sebagai practicing lawyer, Dhanny berpindah haluan dan menjejakkan kakinya di dunia in house counsel pada pertengahan tahun 2004 lalu. “Saya mendapatkan tawaran untuk bekerja di Total E&P Indonesia yang merupakan produsen gas terbesar di Indonesia sejak tahun 2000, pada saat itu saya ditempatkan di Balikpapan,” ceritanya kepada Kliklegal pada hari Kamis, 18 Juni 2020 lalu.

Selama penempatannya di Balikpapan Dhanny bekerja menyelesaikan isu-isu hukum yang berhubungan dengan operasi perminyakan, mulai dari melakukan review atas pengadaan suatu barang dan jasa, memastikan proses pembebasan lahan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku, memitigasi isu lingkungan yang mungkin timbul akibat pengoperasian perminyakan, selain itu Dhanny juga menangani isu hukum korporasi umum.

Satu- satunya lawyer Indonesia yang bekerja di Kuwait

Melakukan pekerjaan tanpa ada goals dan tantangan tidak akan membuat pribadi seseorang berkembang. Sejak duduk dibangku kuliah, Alumni Universitas Airlangga ini memiliki keinginan untuk menguji dirinya dalam berkompetisi secara terbuka dengan lawyer asing. Setelah menyelesaikan studi program pasca-sarjana di University of Melbourne tekad Dhanny untuk bersaing dalam skala internasional semakin besar.

Kesempatan yang sama akhirnya datang kepada Dhanny di tahun 2012, di mana Ia mendapatkan tawaran bekerja sebagai senior legal counsel di KUFPEC, anak perusahaan milik pemerintah Kuwait yang bergerak dalam industri hulu minyak dan gas bumi. Selama ini Kuwait memang tercatat menjadi salah satu sumber pendanaan dan pengembangan ekonomi di negara sebangsanya melalui produksi dan penjualan minyak bumi dan gas.

Menurut Dhanny terdapat dua cara bagi seseorang untuk merintis karir di negara asing. Pertama, yang bersangkutan merupakan karyawan dari perusahaan asing dan kemudian dipindahkan untuk menjadi representatif di kantor pusat. Cara yang kedua adalah melalui lamaran pekerjaan yang langsung ditujukan pada kantor pusat. Pada saat itu Dhanny berhasil mendapatkan kesempatan berkarir di Kuwait dengan menggunakan cara yang kedua ini.

Untuk mencapai titik ini tentu saja tidak mudah, Dhanny harus bersaing dengan ratusan pelamar yang mengajukan lamaran dari seluruh penjuru dunia, belum lagi dihitung lamaran yang masuk dari warga negara setempat. Hal ini tentu saja menjadi suatu pencapaian yang berharga. Perlu diketahui bahwa Dhanny kemudian menjadi satu-satunya lawyer dari Indonesia yang bekerja di Kuwait. 

Tantangan Selama Bekerja di Kuwait

Sebagai warga negara Indonesia bahasa yang paling melekat dalam diri kita adalah Bahasa Indonesia. Untuk dapat mengerti suatu konteks, modal utama yang harus dipersiapkan adalah pemahaman bahasa dari penjelasan konteks tersebut. Di Kuwait, mayoritas bahasa yang digunakan adalah Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Solusi dari permasalahan keterbatasan bahasa adalah dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional untuk menjembatani pemikiran dan komunikasi antar individu di era globalisasi ini.

Selain bahasa, ketentuan hukum di Kuwait tentu tidak sama dengan ketentuan hukum di Indonesia. Sehingga seorang lawyer yang ingin bekerja di Kuwait harus memiliki pemahaman atas ketentuan hukum setempat. 

Menurut Dhanny ilmu hukum itu bertumpu pada logika dan penalaran, ketika dasar ilmu hukum yang dimiliki sudah kuat ditambah dengan pengalaman yang diperoleh melalui jam terbang yang mencukupi, logika berpikir seseorang akan cepat mengerti suatu keadaan dan melakukan antisipasi risiko hukum. Namun bantuan hukum eksternal dari kantor hukum lokal tetap diperlukan dalam kaitannya dengan permasalahan hukum yang bersifat lokal atau jurisdiksi setempat. 

Selama menjalani profesinya di Kuwait Dhanny selalu ingin menunjukan pandangan bahwa apa yang ia tinggalkan dalam waktu itu (saat di Kuwait) merupakan suatu legacy yang dapat mengubah pandangan orang asing atas kinerja dan pandangan terhadap masyarakat Indonesia. “Saya ingin memproyeksikan image yang bagus mengenai Indonesia, utamanya untuk membuktikan bahwa sarjana hukum Indonesia bisa dipercaya dan mampu untuk bersaing secara terbuka dengan sarjana hukum dari negara manapun. Saya juga percaya akan people to people diplomacy, nah mungkin ini yang bisa saya lakukan untuk Indonesia,” tutupnya.

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*