Siap-Siap, Bukalapak dan Trans Retail Berencana Kolaborasi Untuk Bentuk e-Commerce Pangan!
Kedua perusahaan akan membangun perusahaan patungan yang menjalankan bisnis e-commerce bahan makanan segar dan grosir.
CEO CT Corp Chairul Tanjung mengatakan bahwa Trans Retail akan melakukan kerja sama strategis dengan PT Bukalapak.com TBK (BUKA) untuk membentuk perusahaan patungan/Joint Venture (JV) khusus produk segar dan kebutuhan sehari-hari.
“Saat ini masih dalam proses. Kami akan membentuk e-commerce yang khusus bergerak pada segmen makanan segar dan grosir,” ujar Chairul Tanjung, Selasa (11/01).
Ia kemudian menjelaskan bahwa nantinya Trans Retail akan memiliki 55 persen kepemilikan saham dari perusahaan patungan tersebut dan sisa 45 persen akan dimiliki oleh BUKA.
Akan tetapi, saat ini pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait bisnis yang akan dibangun bersama BUKA tersebut, termasuk mengenai total modal yang akan dikeluarkan.
Sebelumnya, BUKA juga diketahui melakukan pembelian saham PT Allo Bank Tbk (BBHI) yang merupakan bagian dari Group CT Corp. Atas transaksi tersebut, muncul kabar bahwa Transmart akan diakuisisi oleh pihak BUKA.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh kedua pihak. Melalui keterangan resminya, Chairul (14/12/2021) menegaskan bahwa tidak ada transaksi akuisisi diantara kedua pihak. Hubungan keduanya adalah kolaborasi.
Lebih lanjut, Head of Media & Communications BUKA Fairuza Ahmad (11/01) mengatakan BUKA akan terus berinovasi dalam mengembangkan ekosistemnya melalui berbagai strategi.
Keuntungan Kerja Sama
Dilansir dari Bisnis.com (12/01), Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan bahwa kolaborasi antara BUKA dan CT Corp ini akan sangat menguntungkan bagi kedua pihak karena bisnis e-commerce produk sehari-hari memiliki pasar yang besar, terutama masyarakat perkotaan yang tidak memiliki waktu luang untuk berbelanja langsung.
Ditambah lagi, kondisi pandemi COVID-19 menjadikan banyak masyarakat yang mengandalkan aktivitas belanja secara daring.
Akan tetapi, Bhima juga menghimbau agar kedua perusahaan memperhatikan proses pengiriman yang akan lebih sulit dan mahal mengingat produk bersifat mudah busuk dan volumenya pun lebih besar.
Bhima mengusulkan untuk beberapa tahun pertama setelah e-commerce mulai beroperasi, dibutuhkan subsidi ongkir dan promo agak meningkatkan ketertarikan pengguna.
PNW








































