Targetkan Basis Investor Lebih Luas, GoTo Berencana Lakukan Dual Listing
“Selain melakukan private placement, GoTo berencana untuk melakukan penawaran internasional pada akhir tahun 2023.”
Setelah melakukan pencatatan saham perdana atau IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan April lalu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana untuk menggelar dual listing.
Penawaran Internasional atau dual listing tersebut diharapkan akan membantu GOTO untuk mengakses basis investor dengan cakupan yang lebih luas.
GOTO sendiri berencana untuk mulai melakukan persiapan penawaran internasional pada akhir tahun 2023, namun hal ini akan bergantung pada kondisi pasar, kesiapan, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi kesuksesan Penawaran Internasional ini.
Melalui prospektusnya yang diterbitkan pada Selasa (15/3), GOTO berencana mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE), National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ), Hong Kong Stock Exchange (HKSE), Singapore Stock Exchange (SGX), atau London Stock Exchange (LSE).
Hingga saat ini sudah ada tiga perusahaan publik yang berhasil mencatatkan sahamnya di luar Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang (ANTM), PT Indosat (ISAT), dan PT Telkom Indonesia (TLKM).
Apabila GOTO berhasil melakukan dual listing, maka perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan keempat yang berhasil mencatatkan sahamnya secara internasional
Sebelum melakukan dual listing, GOTO akan menggelar penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement dengan menerbitkan maksimal 118,44 miliar saham seri A.
GOTO menambahkan bahwa saham ini yang nantinya akan ditawarkan dan dicatatkan dalam pencatatan internasional.
Corporate Secretary GOTO, Koesoemohadiani menjelaskan bahwa rencana private placement bukanlah rencana baru. Pengumuman ini telah dilakukan saat GOTO melakukan merupakan proses administratif yang perlu dilakukan sebagai perusahaan terbuka.
“Persetujuan pemegang saham terhadap rencana ini telah diperoleh sebelumnya dan dijabarkan di dalam prospektus pada saat penawaran perdana saham kami,” ujar Koesoemohadiani.
Manajemen perusahaan belum mengumumkan kapan private placement akan dilakukan. Yang jelas, GOTO hanya memiliki batas waktu pelaksanaan private placement selama satu tahun sejak diperolehnya persetujuan dari pemegang saham terkait rencana ini.
Terkait persetujuan tersebut, GOTO akan mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 28 Juni 2022 mendatang, yang salah satu agendanya meminta persetujuan private placement
Pencatatan Saham Berganda (dual listing) praktik yang dilakukan oleh perusahaan mendaftarkan dan memperjualbelikan sahamnya tidak hanya di satu pasar modal namun juga menjual sahamnya di pasar modal lain yang berbeda.
Pada dasarnya, syarat dan mekanisme dimana emiten dapat mendaftar dan mencatatkan sahamnya di luar negeri (dual listing) kembali pada peraturan yang berlaku pada negara masing-masing.
MH








































