Tengah Pandemi, Anak Usaha Indocement Mengoperasikan Tambang Andesit Baru
Pembukaan dan pengoperasian tambang andesit baru ini bersumber dari investasi dari penyetoran modal oleh para pemegang saham.
Di tengah pandemi covid-19, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) memilih untuk melebarkan sayap perusahaannya. Pelebaran perusahaan atau ekspansi ini dilakukan oleh Indocement melalui entitas anak usaha, PT Tarabatuh Manunggal. Rencananya, emiten semen ini akan melakukan pembukaan dan pengoperasian tambang andesit baru yang berlokasi di daerah Cariu, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/10).
Mengutip keterbukaan informasi di laman BEI, Sekretaris Perusahaan Indocement Tunggal Prakarsa Antonius Marcos memaparkan bahwa pembukaan dan pengoperasian tambang baru ini bertujuan mendukung usaha Tarabatuh Manunggal dalam penyediaan batu split.
Penyediaan batu split ini rencananya akan dipergunakan untuk industri beton siap pakai (ready-mix concrete) dan usaha penyediaan bahan bangunan.
“Kapasitas produksi yang terpasang pada lokasi ini adalah sebesar 600 ton per jam dengan sumber investasi dari penyetoran modal oleh para pemegang saham,” ungkap Marcos dalam keterbukaan dikutip pada Senin (2/11).
Adapun diketahui penjualan semen Indocement pada 2020 ini mulai menunjukkan pemulihan. Perusahaan mencatatkan volume penjualan sebesar 1.6 juta ton semen pada periode September 2020.
Marcos menyebutkan peningkatan ini dihasilkan atas realisasi penjualan di September 2020. Diketahui penjualan di September 2020 merupakan salah satu bulan dengan volume penjualan tertinggi di tahun ini.
Secara bulanan, penjualan Indocement di periode September 2020 naik 6,6%, dari realisasi penjualan pada Agustus 2020 yang sebesar 1,5 juta ton. Melihat ini, Marcos optimis penjualan semen di sisa paruh kuartal empat 2020 akan membaik. Optimisme ini melihat pada tren pebisnis yang akan berusaha untuk menyelesaikan target-target proyek tahun ini.
Perlu diketahui pada September 2020, Indocement Tunggal Prakarsa mencatatkan penjualan sekitar 11,7 juta ton semen secara year to date (ytd). Adapun realisasi penjualan semen sebesar juta 1,7 ton terjadi di sepanjang September 2020 atau bertambah dari 10 juta ton per Agustus 2020.
Pencapaian tersebut lebih rendah 8,59% dibandingkan realisasi penjualan semen pada periode yang sama tahun lalu sebesar 12,8 juta ton.
AR








































