Intip 3 Tips Sukses dalam Bernegosiasi di Foreign Investment dan Financial Transaction

0
30
Intip 3 Tips Sukses dalam Bernegosiasi di Foreign Investment dan Financial Transaction

Intip 3 Tips Sukses dalam Bernegosiasi di Foreign Investment dan Financial Transaction

Negosiator yang baik adalah yang dapat menghasilkan union solution untuk  kedua belah pihak atas sengketa hukum. 

Negosiasi dibutuhkan ketika kedua belah pihak yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama-sama kuat, bersengketa hukum dan berusaha mencari jalan tengahnya. Untuk menciptakan negosiasi yang tidak berat sebelah umumnya membutuhkan kehadiran negosiator disini.

Bentuk khususnya dalam sengketa hukum sudah bukan merupakan langkah yang asing lagi dipergunakan oleh para lawyers dalam menyelesaikan permasalahan kliennya. Faktanya, langkah negosiasi ini hampir dipergunakan setiap saat oleh lawyers dalam menjalani pekerjaannya. Meskipun demikian, negosiasi yang bertujuan untuk mencari jalan tengah atas suatu persoalan ini tidak semudah membalik telapak tangan. 

Maria Sagrado, Partner Makarim & Taira S yang dikenal kepiawaiannya untuk bernegosiasi di bidang structuring foreign investment and financial transaction membagi kepada Kliklegal tips dan trik untuk mencapai keberhasilan dalam bernegosiasi yang terbagi menjadi tiga kunci utama, yakni:   

 

  1. Tidak memaksakan kemauan
    Seperti yang telah disebutkan diatas, di dalam sebuah negosiasi pasti mempertemukan kepentingan dari kedua belah pihak. Maka, sebagai negosiator yang mewakili klien, penting untuk tidak memaksakan kemauan atas klien terhadap lawan atau counterpart.

    “Maka kita harus memakai jalan tengah yang mana tidak merugikan klien kita dan tidak merugikan klien lain,” katanya. Maria juga menyebutkan bahwa terlalu memaksakan kehendak, negosiasi akan berujung pada deadlock. “Jadi saya juga melihat, apabila lawannya keras (sulit berdiskusi) maka kita harus melemah dalam arti lebih mengalah bukan berarti mengalah secara sikap, namun mengalah dalam artian point-point yang kita sampaikan tidak ke arah situ,” tuturnya.

  2. Komunikasi
    Tips kedua dari Maria yang perlu diketahui adalah team-up antara kita sebagai negosiator dan klien kita. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi atau lebih tepatnya disebut internal discussion antara negosiator dan klien merupakan hal terpenting yang tidak boleh dilupakan. Hal ini bertujuan agar strategi dan kepentingan yang ingin disalurkan dapat tersampaikan dengan baik dan matang ketika berhadapan dengan counterpart nanti.

    “Jadi kita harus siap, kita harus juga berdiskusi dengan klien kita untuk membicarakan kita ini mau apa. (Kuncinya) komunikasi dan menyusun strategi,” paparnya.

  3. Lihai dalam menjaga gesture
    Gesture atau sikap tubuh kita saat berhadapan dengan counterpart merupakan hal utama yang perlu kita perhatikan. Kepada Kliklegal, Maria mengungkapkan bahwa sikap tubuh akan berdampak pada pola pikir atau mindset dari lawan. “Jika kita bernegosiasi dengan orang yang mudah berprasangka buruk terhadap kita, apapun yang kamu berikan itu adalah jebakan, itu susah karena apapun yang kita sampaikan dianggap dianggap jebakan,” Oleh karena itu, ia mengungkapkan jika menjaga sikap tubuh adalah hal terpenting bagi negosiator. “Maka itu, kita harus menjaga sikap kita ketika bernegosiasi,” ungkapnya. 

 

AR

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*