Yusuf Mansur Lepas 100% Saham PayTren ke Investor Baru
Ustad Yusuf Mansur telah mengumumkan rencana untuk melakukan penjualan 100% saham PayTren. Direktur utama PayTren, Ayu Widuri, menegaskan bahwa tujuan dari penjualan 100% saham PayTren ini adalah untuk mencapai visi dan misi Paytren, yang termasuk menjadi manajemen aset syariah pertama di Indonesia.
Ustad Yusuf Mansur telah mengumumkan rencana untuk melakukan penjualan 100% saham perusahaan aset manajemennya, PT Paytren Aset Manajemen. Direksi Paytren menyampaikan bahwa 100% saham perseroan yang telah diterbitkan dan dimiliki oleh pemegang saham existing akan dibeli oleh investor lain.
“Pembelian atas saham tersebut akan mengakibatkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali perseroan,” tulis pengumuman perseroan.
Direktur utama PayTren, Ayu Widuri, menegaskan bahwa tujuan dari penjualan 100% saham PayTren ini adalah untuk mencapai visi dan misi Paytren, yang termasuk menjadi manajemen aset syariah pertama di Indonesia.
“Tujuannya mendapatkan strategic partner untuk pengembangan PayTren AM sebagai Manajer Investasi syariah pertama di Indonesia,” ucap Ayu.
Selanjutnya Ayu mengatakan bahwa aktivitas jual beli saham ini sedang dalam tahap perizinan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dia juga mengakui bahwa terdapat calon pembeli saham PayTren.
“Insyaallah sudah ada. Calon pembeli belum bisa diinfo karena saat ini masih dalam proses perizinan,” kata Ayu.
Pelaksanaan jual beli saham ini nantinya akan dilakukan setelah mendapat persetujuan seperti apa yang diatur dalam undang-undang terkait, termasuk dengan anggaran dasar perseroan dan syarat-syarat yang disepakati antara investor baru dengan pemegang saham yang lama.
Perseroan juga telah menyampaikan informasi kepada para kreditur atau pihak ketiga yang berkepentingan terhadap perseroan untuk dapat menghubungi secara langsung atau mengajukan keberatan tertulis jika memang terdapat isu-isu yang harus diselesaikan sebelum dilaksanakannya aktivitas jual beli tersebut.
Sebagai informasi, dana kelola PayTren per Februari 2022 adalah Rp 1,6 miliar. Angka ini turun jauh dibandingkan tahun 2021 yang berada pada kisaran Rp 13 miliar. Pada tahun 2020, asset under management (AUM) PayTren berada di angka Rp 3 miliar dengan puncak tertinggi pada tahun 2019 yaitu senilai Rp 33,9 miliar.
Ayu mengatakan perbedaan ini terjadi karena memang sebelumnya PayTren memiliki tiga produk reksa dana.
“Sekarang tinggal 1 di pasar uang itu. Karena pandemi mungkin orang mengurangi investasi dan reksa dana pasar uang tinggal nasabah ritel dan new investor,” ucap Ayu.
FDW








































