Hati-Hati! Google dan Microsoft Bisa Peroleh Data Rahasia Pengguna dari Fitur Pemeriksaan Ejaan

Hati-Hati! Google dan Microsoft Bisa Peroleh Data Rahasia Pengguna dari Fitur Pemeriksaan Ejaan
Image Source by ed.link

Hati-Hati! Google dan Microsoft Bisa Peroleh Data Rahasia Pengguna dari Fitur Pemeriksaan Ejaan

“Situs web terbesar di dunia memiliki eksposur untuk mengirimkan informasi data pribadi yang sensitif ke Google dan Microsoft. Mulai dari nama pengguna, email hingga kata sandi, saat pengguna login atau mengisi formulir.”

Maraknya kasus data breach beberapa waktu belakangan ini membuat masyarakat kian sadar akan pentingnya data pribadi. Nyatanya, perlindungan data dalam layanan jaringan melalui penggunaan kata sandi yang kompleks diketahui saat ini masih kurang cukup untuk menjaga kerahasiaan data yang ada didalamnya.

Contohnya saja, CTO Javascript, Josh Summit mengungkapkan bahwa beberapa situs web terbesar di dunia memiliki eksposur untuk mengirimkan informasi data pribadi yang sensitif ke Google dan Microsoft. Mulai dari nama pengguna, email hingga kata sandi, saat pengguna login atau mengisi formulir.

Summitt mendemonstrasikan membagikan contoh pengguna yang memasukkan kredensial pada platform Cloud Alibaba di browser Chrome. Dengan mengaktifkan pemeriksa ejaan yang disempurnakan dan diasumsikan pengguna mengetuk fitur ‘tampilkan kata sandi’, bidang form termasuk nama pengguna dan kata sandi jelas Summit akan dikirimkan ke Google di googleapis.com.

Padahal, sebagaimana diketahui, kata sandi merupakan suatu metode yang digunakan untuk mengamankan informasi sensitif. Informasi ini berisikan data pribadi yang isi informasinya sangat krusial bagi pemilik data dan pada umumnya tidak boleh atau tidak bisa diketahui khalayak umum.

Baca juga: Belajar dari Kasus Bjorka, Pahami Perbedaan Data Umum dengan Data Khusus

Adapun mengutip Bleeping Computers, data yang dapat ditransmisikan kepada Google dan Microsoft bahkan dapat mencakup informasi personal pengguna, namun tidak terbatas pada nomor jaminan sosial, nama, alamat, email, tanggal lahir, informasi kontak, informasi bank, hingga pembayaran dan lain-lain.

Menanggapi hal ini, Summit menyarankan agar perusahaan situs web menambahkan ‘spellcheck=false‘ ke semua bidang input untuk mengurangi risiko penyimpanan informasi pengguna. Perusahaan juga bisa menghapus kemampuan menampilkan kata sandi karena hal tersebut diyakini bisa mencegah kata sandi pengguna untuk dikirimkan ke pihak ketiga, seperti Google atau Microsoft.

 

AA

Dipromosikan