Ekonomi Kreatif Bisa Menjadi Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Tiga sub sektor unggulan ekonomi kreatif saat ini adalah fashion, kriya (kerajinan tangan)

Ilustrasi acara yang diselenggarakan Bekraf. Sumber Foto: http://www.bekraf.go.id/

Kepala Sub Direktorat Advokasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Muhammad Fauzy mengatakan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Bekraf dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 Tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015 tentang Badan Ekonomi Kreatif. (Baca Juga: Bekraf Fasilitasi Pendaftaran HKI Pelaku Ekonomi Kreatif Secara Gratis).

Sebagai lembaga non-kementerian yang bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia, Fauzy menjelaskan, Bekraf bertugas untuk membangun usaha ekonomi kreatif di Indonesia. Selain itu, badan ini juga memiliki target berupa memberi kontribusi sektor ekonomi kreatif pada Pertumbuhan Domestik Bruto (PDB) nasional, tenaga kerja dan nilai ekspor.

“Tugasnya adalah memformulasi dan menetapkan koordinasi serta sinkronisasi kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Jadi fungsinya adalah lebih kepada mendorong, memfasilitasi apa yang sudah ada untuk bisa bernilai jual,” katanya saat menyampaikan materi dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Selasa (14/11).

“Visinya adalah membangun Indonesia menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia dalam ekonomi kreatif di tahun 2030,” tambahnya. (Baca Juga: Qualcomm Berharap Regulasi HKI Dapat Mendorong Inovasi di Indonesia).

Dalam menjalankan tugas tersebut, lanjut Fauzy, Bekraf memiliki beberapa fungsi. Pertama, perumusan, penetapan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang ekonomi kreatif. Kedua, perancangan dan pelaksanaan program di bidang ekonomi kreatif. Ketiga, pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan kebijakan serta program di bidang ekonomi kreatif. Keempat, pemberian bimbingan teknis dan supervisi atas pelaksanaan kebijakan dan program di bidang ekonomi kreatif.

Selanjutnya, kelima adalah pelaksanaan pembinaan dan pemberian dukungan kepada semua pemangku kepentingan di bidang ekonomi kreatif. Keenam, pelaksanaan komunikasi dan koordinasi dengan lembaga negara, kementerian, lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah, dan pihak lain yang terkait. Ketujuh, pelaksanaan fungsi lain yang ditugaskan Presiden yang terkait dengan ekonomi kreatif.

Fauzy optimis apabila badan ini dapat menjalankan kinerjanya sesuai tugas dan fungsi-fungsinya maka Bekraf akan bisa menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang efisien dan kondusif. “Ini karena era ekonomi kreatif sudah berjalan. Ini seperti teori tapi ini nanti akan dibuktikan dengan hasil yang dirasakan,” katanya. (Baca Juga: Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Bisa Memanfaatkan HKI).

Tiga Sub-Sektor Unggulan Ekonomi Kreatif

Sejauh ini, Fauzy menilai bahwa fashion, kriya (kerajinan tangan) dan kuliner merupakan tiga sub-sektor yang sangat membantu perekonomian Indonesia. “Ketiga sub sektor ini sebelumnya sudah berkontribusi pada PDB sangat tinggi. Sehingga dia tetap menjadi unggulan tetapi yang menjadi prioritas adalah film, aplikasi games, dan musik. FAM kita bilang. Karena FAM itu sudah bagus tapi belum maksimal memberikan kontribusi PDB. Sementara fashion, kriya, kuliner, itulah yang sangat membantu perekonomian Indonesia pada saat ini,” ujarnya.

Selain itu, kata Fauzy, tiga sub-sektor tersebut pun telah mendominasi ekonomi di Indonesia. Berdasarkan hasil survei khusus ekonomi kreatif 2016, kuliner dengan nilai 41,69%, fashion 18,15%, dan kriya 15,70%. Bahkan, tiga sub-sektor itu juga mendominasi ekspor ekonomi kreatif, yakni fashion (56%), kriya (37%), kuliner (6%) dan lainnya (1%). (Baca Juga: Revisi UU Paten untuk Mendorong Inventor Lebih Berkarya dan Berinovasi).

Selain tiga sub-sektor tersebut, ada pula beberapa sub sektor lain yang diandalkan, yakni aplikasi dan pengembangan game, arsitektur dan desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, film, animasi video, fotografi, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni‎ rupa, serta televisi dan radio.

Fauzy mengajak kepada para pelaku usaha untuk bisa berkarya lebih baik lagi sehingga ekonomi kreatif bisa memberikan kontribusi pendapatan yang selalu meningkat terhadap PDB nasional.

(PHB)

====================================================

Artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan isu “HKI, Inovasi dan Ekonomi Kreatif” dapat disimak di tautan ini

 

Dipromosikan