Bekraf Fasilitasi Pendaftaran HKI Pelaku Ekonomi Kreatif Secara Gratis

Tujuannya untuk menggerakkan start-up, pengusaha muda dan UMKM agar lebih berkembang usahanya.

0
819
Sumber Foto: Bekraf.go.id

Kepala Sub Direktorat Advokasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Muhammad Fauzy mengatakan bahwa dalam rangka pengembangan ekonomi Indonesia, Bekraf telah memfasilitasi pendaftaran produk berbasis intelektual dalam hak kekayaan intelektual (HKI) secara gratis bagi pelaku ekonomi kreatif.

Fauzy menuturkan bahwa Bekraf telah memberikan 1.300 permohonan gratis pada target tertentu di tahun 2016. Target yang dimaksud adalah Start-up, serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sedangkan untuk tahun 2018 nanti, Fauzy mengatakan Bekraf akan menambahkan jumlah fasilitas yang diberikannya sebanyak 2.500 permohonan pendaftaran HKI secara gratis.

“Apakah kemudian ini gratis HKI semuanya? Tidak. HKI itu tetap kita bayar, tapi kita dalam rangka menggerakkan start-up, pengusaha muda, UMKM, kita mendorong mereka melalui apa? Ini. Kalau kalian punya konsep, ini, kita daftarin HKI nya. Kalian punya konsep usaha, tapi bingung mau usaha apa, ada deputi riset. Kami kebingungan misalnya untuk akses permodalan, Oke, kita periksa tahapan usahanya, lalu kita beri akses permodalan,” kata Fauzy dalam diskusi di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Depok, Jawa Barat, Selasa (14/11).

“Kalau butuh misalnya pemasaran, kita punya deputi pemasaran. Bekraf itu muncul begitu. Kalau kalian mau daftar ke HKI, wah kita butuh uang, kita fasilitasi. Tujuan kita bukan memberikan ikan kepada masyarakat, bukan. Tapi harus ada hasil nyata, dalam program ini benar-benar menjadi pengusaha sukses,” lanjutnya. (Baca Juga: Qualcomm Berharap Regulasi HKI Dapat Mendorong Inovasi di Indonesia).

Selain memfasilitasi pendaftaran HKI gratis, kata Fauzy, Bekraf juga membuka dialog untuk menampung aspirasi para pelaku industri kreatif di Indonesia melalui konsultasi gratis. Ia berharap para konsultan HKI dapat ikut serta dalam program konsultasi ini. “Bayangkan, Dirjen HKI (saja,-red) belum pernah melakukan itu,” kata Fauzy.

Lebih lanjut, Fauzy menuturkan Bekraf juga menggelar program Bimbingan Teknis/Pelatihan dan Sertifikasi Profesi secara gratis. Hal ini bertujuan untuk membantu para pelaku atau calon pekerja di bidang ekonomi kreatif untuk memperoleh sertifikat profesi secara gratis.

“(Pada,-red) 2016, ada 1.830 orang yang kita sertifikasi gratis. Kalau sertifikasi sendiri bisa habis Rp7 juta itu, tapi melalui program ini, gratis. Jadi sebenarnya bukan karena gratisnya, tapi inilah saatnya pemerintah itu memberikan pertolongan bagi semua anak-anak muda bangsa Indonesia,” jelas Fauzy. (Baca Juga: Revisi UU Paten untuk Mendorong Inventor Lebih Berkarya dan Berinovasi).

Selain itu, Bekraf melalui Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi juga mengadakan program Desain Ulang Kemasan Produk Indikasi Geografis. Program yang bekerja sama dengan Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) ini dilakukan untuk membantu para pelaku ekonomi kreatif dalam bidang produk Indikasi Geografis (IG) untuk mendesain ulang kemasan produk mereka agar menarik dan dapat meningkatkan nilai jual.

“Target utama kita adalah bagaimana kita memoles kembali produk-produk indikasi geografis yang sudah terdaftar. Akhirnya kita menemukan pasar, bahwa penyuluhan para pemegang indikasi geografis itu mereka merasa produk-produk di pasaran, meskipun packaging itu bukan satu-satunya, kita akan bantu lagi di akses pemasaran,” ujar Fauzy.

“Nah minimal kita bantu sekarang ini seluruh produk indikasi geografis di seluruh Indonesia yang sudah terdaftar di re-package. Dibuat menarik. Pada saat mereka masuk ke pasar internasional, maka produknya sudah memiliki identitas,” tukasnya.

(PHB)

====================================================

Artikel-artikel lainnya yang berkaitan dengan isu “HKI, Inovasi dan Ekonomi Kreatif” dapat disimak di tautan ini

 

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*