KBLI 2025 membawa perubahan penting bagi industri kreator digital. Aktivitas influencer, YouTuber, podcast, hingga produksi video kini memiliki klasifikasi usaha yang lebih jelas. Dengan pengaturan baru ini, kreator perlu memahami KBLI yang sesuai agar bisnis digitalnya memiliki legalitas yang tepat.
Perkembangan industri kreator digital membuat aktivitas membuat konten tidak lagi sekadar hobi, tetapi telah menjadi bagian dari kegiatan ekonomi. Mulai dari YouTuber, podcaster, influencer, hingga kreator video profesional kini memiliki ruang usaha yang semakin jelas dalam pengaturan KBLI 2025.
Melalui pembaruan KBLI 2025, beberapa aktivitas yang sebelumnya belum dijelaskan secara spesifik dalam KBLI 2020 kini mulai dikategorikan berdasarkan jenis kegiatannya. Hal ini memberikan kepastian bagi pelaku industri kreatif untuk menentukan bidang usaha yang sesuai dengan aktivitas bisnis yang dijalankan.
Spesifikasi Klasifikasi Usaha Konten Digital
Dalam KBLI 2020, aktivitas seperti podcast, distribusi konten digital, hingga streaming audio dan video on demand belum secara eksplisit disebutkan dalam uraian kegiatan usaha. Akibatnya, banyak pelaku usaha kreatif harus menyesuaikan aktivitasnya dengan kategori yang tersedia saat itu.
Melalui KBLI 2025, aktivitas tersebut mulai mendapatkan pengelompokan yang lebih spesifik. Misalnya, aktivitas pembuatan podcast masuk dalam subgolongan 5920, sementara produksi video podcast masuk dalam kelompok 59112 Aktivitas Produksi Film, Video, dan Program Televisi oleh Swasta.
KBLI 59112 secara khusus mencakup pembuatan berbagai karya audiovisual yang dikelola oleh pihak swasta, termasuk film, video, program televisi, vlog, hingga siniar video (video podcast). Artinya, kreator yang memproduksi konten video secara profesional memiliki kategori usaha yang lebih sesuai dengan kegiatan produksinya.
Influencer dan YouTuber Mulai Diakui Sebagai Aktivitas Ekonomi
Tidak hanya produksi konten, KBLI 2025 juga memberikan ruang bagi aktivitas influencer dan kreator konten melalui KBLI 90200 Kelompok Aktivitas Seni Pertunjukan.
Dalam klasifikasi tersebut, aktivitas pemengaruh/influencer, kreator konten, dan YouTuber yang tampil dalam vlog atau konten juga termasuk dalam cakupan kegiatan usaha. Hal ini menunjukkan bahwa peran kreator sebagai figur yang menghasilkan karya, membangun audiens, dan tampil dalam berbagai konten mulai dipandang sebagai bagian dari industri kreatif.
Selain itu, KBLI 90200 juga mencakup aktivitas seniman pertunjukan, musisi, aktor independen, hingga individu yang tampil dalam berbagai video dan konten audiovisual. Dengan demikian, kreator yang tidak hanya membuat konten, tetapi juga menjadi talent atau figur utama dalam kontennya dapat menyesuaikan kegiatan usahanya dengan klasifikasi tersebut.
Bukan Sekadar Membuat Konten, Kreator Juga Perlu Memahami Aktivitas Bisnisnya
Meski sudah terdapat klasifikasi yang lebih jelas, pemilihan KBLI tetap harus disesuaikan dengan model bisnis yang sebenarnya dijalankan. Sebab, aktivitas kreator digital tidak selalu hanya berkaitan dengan produksi konten.
Sebagai contoh, kreator yang memperoleh pendapatan dari kerja sama promosi, endorsement, atau kampanye pemasaran dengan brand dapat memiliki irisan dengan KBLI 73100 Kelompok Aktivitas Periklanan. KBLI tersebut mencakup aktivitas pembuatan kampanye iklan, pengembangan materi kreatif, hingga pelaksanaan promosi melalui internet dan media digital.
Karena itu, kreator perlu melihat apakah aktivitas utamanya berada pada sisi produksi konten, menjadi talent/influencer, atau menjalankan layanan pemasaran bagi pihak lain. Kesalahan memilih KBLI dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara kegiatan usaha yang dijalankan dengan legalitas perusahaan.
KBLI 2025 Menjadi Langkah Awal Formalisasi Industri Kreator Digital
Kehadiran KBLI 2025 menunjukkan bahwa industri kreator digital semakin berkembang dan mulai mendapatkan pengakuan dalam struktur kegiatan usaha nasional. Aktivitas yang sebelumnya dianggap sebagai pekerjaan informal kini memiliki jalur klasifikasi yang lebih jelas.
Bagi kreator yang ingin mengembangkan bisnis, membangun badan usaha, bekerja sama dengan brand besar, hingga melakukan ekspansi, penyesuaian KBLI menjadi bagian penting dari kesiapan legalitas. Dengan memilih KBLI yang tepat, kreator tidak hanya memiliki identitas usaha yang lebih jelas, tetapi juga dapat membangun bisnis kreatif yang lebih profesional dan berkelanjutan.
(RED)













































