Sido Muncul Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Perlambatan Ekonomi Akibat Covid-19

Sido Muncul Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Perlambatan Ekonomi Akibat Covid-19

Sido Muncul Siapkan Strategi Hadapi Ancaman Perlambatan Ekonomi Akibat Covid-19

Pada kuartal kedua tahun 2020 ini, Sido Muncul akan memfokuskan pada pemenuhan permintaan produk-produk herbal yang diminati konsumen selama masa pandemi.

Emiten jamu dan farmasi PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) memperkirakan perlambatan ekonomi pada kuartal kedua tahun ini akan berdampak terhadap semua lini bisnis. Menghadapi hal itu, Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat  mengatakan, bahwa perseroan dapat segera menyesuaikan kapasitas produksi dengan kenaikan permintaan produk yang diminati sebagai langkah strategis untuk mengatasi proyeksi buruk tersebut. 

Menurutnya, pada kuartal kedua tahun 2020 ini, Sido Muncul akan memfokuskan pada pemenuhan permintaan produk-produk yang diminati konsumen selama masa pandemi Covid-19.

“Yaitu produk herbal seperti tolak angin cair, vitamin c-1000, berbagai macam suplemen dalam bentuk kapsul dan softgel, minuman herbal jahe wangi, kunyit asam, beras kencur, sido susu dan kopi jahe,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (10/5) lalu.

David menyebutkan, selama masa awal penyebaran Covid-19 di Indonesia, penjualan Sido Muncul masih tergolong normal dan bahkan mengalami peningkatan.

“Oleh sebab itu, perseroan menginisiasikan penambahan produk dan atau varian baru dalam lini bisnis jamu dan farmasinya,” lanjutnya.

David menuturkan, pada bulan lalu, pihaknya mengumumkan peluncuran produk baru dengan jenama (jenis nama/merek) Esemag. Produk ini diklaim sangat efektif melindungi pencernaan dan baik dikonsumsi selama bulan puasa.

“Mungkin ini yang mesti diantisipasi, pergeseran permintaan atau preferensi konsumen beralih ke produk untuk kesehatan, hal ini kami rasakan dan kami antisipasi untuk pemenuhan produk-produk tersebut,” terangnya.

Ia mengungkapkan, untuk penjualan lokal, perubahan strategi preferensi produk sudah dijalankan. Sehingga harapannya, kata David, pertumbuhan penjualan domestik pada kuartal ini tetap terjaga.

“Untuk penjualan ekspor, kami mengakui pengiriman barang telah terhenti sejak awal Maret lalu diakibatkan oleh pemberlakukan lockdown di beberapa negara tujuan ekspor,” sebutnya.

Revisi Target

Sebelumnya, Direktur Keuangan Sido Muncul, Leonard mengungkapkan, Sido Muncul berhasil mencatatkan pertumbuhan positif baik dari sisi penjualan maupun laba pada kuartal I/2020. Menurutnya, kinerja positif tersebut ditorehkan di saat penyebaran Covid-19 semakin masif dan menjadi pandemi global.

Leonard menjelaskan, manajemen akan melakukan revisi target baik pada penjualan dan laba bersih untuk tahun 2020 setelah menganalisis dampak dan resiko dari penyebaran Covid-19.

“Target pertumbuhan perseroan pada 2020 minimal 10 persen, baik untuk pendapatan maupun laba bersih. Pertumbuhan penjualan diekspektasikan cenderung flat, sementara laba bersih ditargetkan tetap tumbuh di tahun 2020 ini,” ungkapnya pada April lalu.

Ia menerangkan, adapun beberapa inisiatif yang telah dipersiapkan dan diimplementasikan perseroan agar dapat melewati tantangan tahun ini adalah efisiensi biaya yang harus dilakukan agar tetap dapat menjaga profitabilitas.

“Perusahaan juga akan tetap menjaga ketersediaan produk di pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumen akan produk-produk kesehatan yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini juga menjadi prioritas utama kami agar dapat membantu masyarakat melewati penyebaran Covid-19 ini,” imbuhnya.

Leonard mengatakan, faktor utama yang menjadi pendorong pertumbuhan penjualan ialah permintaan domestik akan produk-produk yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh di tengah penyebaran Covid-19.

“Laju pertumbuhan domestik tidak diikuti penjualan ekspor yang melemah akibat penerapan kebijakan lockdown,” tutupnya.

Seperti dikutip dari laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2020 yang diunggah perseroan di laman keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Sido Muncul berhasil membukukan kenaikan laba 10,85 persen menjadi Rp 231,53 Miliar pada triwulan pertama tahun ini.

Dari sisi penjualan, perseroan juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp730,72 Miliar, naik 2,39 persen dibandingkan dengan kuartal I/2019 sebesar Rp 713,68 Miliar.

Adapun, segmen jamu dan suplemen menjadi penopang pendapatan perseroan yakni 68,45 persen, disusul oleh segmen makanan dan minuman sebesar 27,06 persen, serta segmen farmasi yang hanya berkontribusi sebesar 4,49 persen dari total omzet.

SF

Dipromosikan