Begini Cara Menentukan Bisnis Model Yang Tepat Untuk Sebuah Law Firm

0
6

Membangun bisnis, apalagi membangun sebuah law firm bukanlah hal yang mudah. Diperlukan strategi yang tepat serta persiapan matang juga manajemen yang baik untuk dapat memastikan bahwa law firm yang dibangun bisa bersaing dengan law firm lainnya.

“Mengembangkan bisnis law firm sebenarnya sama saja dengan bisnis lainnya. Perlu ada strategi menentukan unique selling preposition, cash flow budget, marketing campaign hingga revenue stream,” ujar Bimo Prasetio, Founder Smartlegal.id di Talkshow Legalpreneurship Series : “Menentukan Bisnis Model Yang Tepat untuk Law Firm-mu” yang diselenggarakan oleh KlikLegal.com pada Jumat (1/3) di Jakarta.

Menurut Bimo, merencanakan model bisnis yang tepat menjadi perlu agar penggunaan waktu efektif, budget marketing yang lebih terencana, membangun tim yang lebih baik dan tentunya mendapatkan revenue sesuai target. Seringkali mengambil keputusan menjadi sulit karena masih bingung mengelola cash flow bisnis.

“Model bisnis law firm di era digital juga makin berkembang. Lawyers harus lebih agile menyikapi dinamika perubahan,” ungkapnya.

Lalu bagaimana cara membuat model bisnis yang tepat untuk sebuah lawfirm. Setidaknya terdapat Sembilan unsur yang dijelaskan oleh Bimo ketika lawyer ingin membuat bisnis model untuk law firm-nya.

  1. Tentukan customer segment law firm

Menentukan customer segment adalah hal pertama yang harus ditentukan dalam  membuat bisnis model. Pertanyaan yang perlu dijawab ketika menentukan customer segment untuk sebuah law firm seperti siapa yang akan menjadi target, di daerah mana, klien dengan permasalahan seperti apa?

 

  1. Tentukan Value Proposition

Menentukan value proposition ialah menentukan nilai kita yang dapat membantu klien. Selain itu nilai yang membuat kita berbeda dengan law firm lainnya, seperti lebih dinamis dan berintegritas. Selain itu kelebihan dan keunggulan dari law firm juga merupakan bagian dari value preposition.

 

  1. Tentukan Channels

Channels yang dimaksud disini ialah ketika seorang lawyer ingin membuat law firm, ia harus mengetahui melalui media apa dia akan bisa berhubungan dengan calon kliennya. Seperti melalui media sosial, seminar, dan lainnya.

 

  1. Tentukan Customer Relations

Menentukan customer relation adalah cara-cara yang bisa digunakan oleh lawyer untuk berkomunikasi dengan customer segment. Berbeda dengan Channel, customer segment ialah dititikberatkan pada hubungan, sedangkan channel ialah cara untuk menjangkau customer segment.

 

 

  1. Tentukan Revenue Stream

Revenue stream dalam bisnis model sebuah law firm harus diisi dengan berbagai cara yang dilakukan untuk menghasilkan keuntungan dari value proposition.

 

  1. Tentukan Key Resources

Key resources adalah hal yang paling penting yang harus dimiliki agar key activities bisa dijalakan dan value proposition bisa diberikan kepada klien.

 

  1. Menentukan Key Activity

Key Activity ialah kegiatan wajib yang dilakukan oleh law firm untuk menghasilkan value preposition yang ditawarkan.

 

  1. Menentukan Key Partner

Key partner ialah pihak-pihak yang dapat diajak kerjasama untuk bisa mengoptimalkan alokasi sumber daya.

 

  1. Tentukan Cost Structure

Cost structure adalah rincian biaya- biaya terbesar yang harus lawyer keluarkan untuk melakukan key activities dan menghasilkan value proposition.

RED

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*