Enam Persen BUMN Belum Setor Protokol New Normal

0
50
Enam Persen BUMN Belum Setor Protokol New Normal

Enam Persen BUMN Belum Setor Protokol New Normal

Walaupun sebagian besar sudah memberikan protokol new normal, pelaksanaannya tetap akan menunggu kebijakan pemerintah daerah apakah akan menyelesaikan atau memperpanjang PSBB.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyatakan, ada enam persen dari sekitar 140 perusahaan pelat merah yang belum melaporkan persiapan operasional new normal di tengah pandemi Covid-19. Arya mengungkapkan, adapun perusahaan yang dimaksud antara lain PT PANN (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau (PPI).

“Selain itu, manajemen perusahaan juga belum menjelaskan proses bisnis baru mereka. Mungkin belum siap melaporkan, alasan protokol belum detail dan proses bisnis. Itu jadi catatan Pak Menteri BUMN (Erick Thohir) untuk masing-masing perusahaan,” ucap Arya dalam video conference di Jakarta, Rabu (27/5) lalu.

Arya menuturkan, sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI sudah menyiapkan protokol terkait operasional di masa new normal.

“Hal yang disiapkan, seperti pelayanan publik dan operasional di kantor. Kalau sekarang KAI sudah siap,” imbuhnya

Arya menyebutkan, terkait pelaksanaannya, BUMN akan menunggu kebijakan pemerintah daerah untuk mencabut atau memperpanjang PSBB.

“Begitu PSBB sudah dicabut, maka BUMN akan menjalankan new normal, demikian dengan jadwal masuk pegawai BUMN ke kantor. Tergantung daerah masing-masing, kalau PSBB dicabut, pegawai BUMN siap new normal,”ujarnya.

Lebih lanjut Arya menjelaskan, jumlah karyawan BUMN yang akan bekerja di kantor akan berkurang 20 persen. Katanya, sebagaimana himbauan sebelumnya, Kementerian BUMN mengimbau agar pekerja yang berusia di atas 45 tahun melakukan pekerjaan dari rumah atau work from home.

“Ditambah dengan sejumlah pekerjaan yang bisa dilakukan dari rumah. Kemudian, karyawan yang sedang sakit dan hamil. Dengan demikian, jumlah karyawan di perusahaan yang bekerja langsung ke kantor akan berkurang,” tuturnya.

Erick Thohir Siap Bimbing BUMN Susun Protokol Kesehatan saat New Normal

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyatakan, sebanyak 86 persen BUMN siap melaksanakan protokol new normal dalam lingkup kerjanya masing-masing.

Dari hasil mapping, jelas Erick, memang masih ada beberapa BUMN yang belum mempersiapkan protokol ini. Oleh karena itu, pihaknya saat ini tengah mendorong BUMN yang belum siap untuk segera merampungkan protokol tersebut.

“Dari hasil mapping kita 86 persen BUMN siap, nah, ini menarik, karena ada yang belum siap. Yang belum siap ini kita bantu supaya nggak bikin blunder di lapangan,” tukasnya, Selasa (26/5) lalu.

Erick juga mengatakan, bahwa penerapan kebijakan di tengah pandemi ini memang tidak bisa dengan mudah dibuat karena harus mempertimbangkan beberapa aspek, misalnya saja tenggat waktu PSBB.

“Setiap daerah memiliki tenggat waktu PSBB yang berbeda sehingga kebijakan yang diputuskan harus siap sebelum PSBB dilonggarkan. Makanya kemarin kita keluarkan Surat Edaran, bukan berarti tanggal 25 kita nggak libur Lebaran. Itu karena supaya kalau tiba-tiba tanggal 26 nya ada pelonggaran, BUMN nggak bingung,” pungkasnya.

 

SF

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*