Fokus Pada Investasi, Pemerintah Serius Pacu Sektor Manufaktur

0
25

Aktivitas industrialisasi dianggap dapat membawa efek berganda yang luas terhadap perekonomian nasional

Perhatian serius diberikan pemerintah terhadap upaya memacu nilai investasi, khususnya di sektor usaha manufaktur. Aktivitas industrialisasi dianggap dapat membawa efek berganda yang luas terhadap perekonomian nasional. Efek tersebut antara lain peningkatan pada nilai tambah bahan baku dalam negeri, penyerapan tenaga kerja lokal, dan penerimaan devisa dari ekspor.

Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan ia mengikuti arahan Presiden Joko Widodo dalam hal penyederhanaan aturan demi kemudahan berinvestasi.  “Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, seluruh kementerian termasuk Kementerian Perindustrian, agar dapat menyederhanakan aturan-aturan yang bisa memudahkan investasi masuk sehingga industri kita bisa tumbuh berkembang dan berdaya saing global,” jelas Agus di Jakarta, Minggu (17/11) sebagaimana dikutip dari setkab.go.id.

Dalam implementasi Roadmap Making Indonesia 4.0, Menperin menjelaskan, salah satu program yang menjadi prioritas adalah menarik investasi dari perusahaan skala global. Langkah ini diyakini dapat mendongkrak kapasitas produksi sekaligus memperkuat struktur manufaktur nasional.

“Kami pun mendorong agar para investor tersebut dapat menjalin mitra dengan industri di dalam negeri, termasuk sektor industri kecil dan menengah (IKM). Upaya strategis ini diharapkan akan terjadi transfer teknologi terutama bagi investor yang telah mengadopsi industri 4.0,” tambah Agus.

Adapun sektor industri yang ditargetkan gencar pertumbuhannya yaitu sektor industri padat karya dan sektor industri yang berorientasi ekspor dan menghasilkan produk substitusi impor. “Ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja lebih banyak lagi dan mengurangi defisit neraca perdagangan,” jelas Agus.

Menperin optimis, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama investasi khususnya bagi sektor industri manufaktur. Hal ini karena adanya potensi ketersediaan pasar yang besar dan bahan baku yang melimpah.

“Sejumlah investor skala global telah menyatakan minatnya untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi mereka guna memenuhi kebutuhan di pasar domestic hingga ekspor,” ungkap Menperin.

Keunggulan lainnya adalah sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Indonesia cukup banyak dan kompetitif. Ini sejalan dengan fokus pemerintah yang ingin meningkatkan kualitas SDM dalam upaya mewujudkan visi Indonesia Maju.

 

ZNA

Dipromosikan

TINGGALKAN JAWABAN

Masukkan komentar Anda!
Mohon masukkan nama Anda di sini

*